POLIJE Gelar PBL Session Produksi Yoghurt dalam Workshop Internasional

Hari keempat workshop internasional di Politeknik Negeri Jember (Polije) berfokus pada produksi yoghurt yang berlangsung di Laboratorium Teknologi Pertanian. Sesi ini memperkenalkan peserta pada proses unik produk olahan susu fermentasi, sekaligus memperluas wawasan mereka setelah sebelumnya mempelajari pasteurisasi dan sterilisasi susu.

Dengan bimbingan dosen Polije, peserta diajak memahami prinsip ilmiah yang membedakan produksi yoghurt dari olahan susu lainnya. Dijelaskan bahwa fermentasi mikroba tidak hanya berperan dalam keamanan pangan, tetapi juga menciptakan tekstur dan cita rasa khas yang bernilai tinggi di industri makanan.

Kegiatan praktik menjadi inti dari sesi ini. Peserta terlibat langsung dalam menyiapkan kultur yoghurt, memantau waktu fermentasi, hingga mengevaluasi tekstur dan cita rasa produk akhir. Pengalaman langsung tersebut memberi kesempatan untuk memahami variasi proses sekaligus mengendalikan mutu hasil produksi.

Konsultan dari Skills for Competitiveness (S4C) mengapresiasi metode pengajaran dosen Polije. Mereka menilai kombinasi penjelasan ilmiah dengan praktik teknis menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, mendorong rasa ingin tahu, dan meningkatkan partisipasi peserta.

Dosen Polije menegaskan bahwa produksi yoghurt menjadi contoh penerapan Problem-Based Learning (PBL) di laboratorium. Melalui pengamatan, analisis, dan evaluasi hasil kerja, peserta tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis yang menjadi ciri khas pembelajaran di Polije.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi. Mereka mengaku pengalaman ini sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks pengajaran maupun dunia kerja masing-masing. Keterlibatan langsung juga membuat mereka lebih percaya diri untuk mengadaptasi kegiatan serupa di institusi atau industri asalnya.

Sesi ini sekaligus menegaskan komitmen Polije dalam menguatkan model teaching factory yang selaras dengan kebutuhan industri. Peserta dibekali pemahaman ilmiah sekaligus keterampilan praktis agar mampu menjembatani dunia akademik dengan penerapan nyata di lapangan.

Melalui kegiatan inovatif seperti ini, Polije terus memperkuat visinya menjadi politeknik unggulan. Integrasi wawasan global, praktik industri, dan PBL menjadi fondasi dalam mencetak lulusan serta pendidik vokasi yang siap mendorong kemajuan pendidikan terapan di Indonesia maupun tingkat internasional.