
Dalam rangka Dies Natalis ke-37, Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Lomba Ayam Pelung se-Timur Jawa. Kegiatan ini melibatkan peserta dari tiga kabupaten, yakni Jember, Lumajang, dan Banyuwangi, yang memamerkan keunggulan suara dan postur ayam pelung mereka.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., memberikan apresiasi tinggi kepada para komunitas pecinta ayam pelung yang turut memeriahkan acara tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta dan komunitas yang menjaga kelestarian ayam pelung ini. Bahkan saya berencana membeli ayam juara satu sebagai bentuk dukungan pribadi,” ujarnya.
Saiful menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan bentuk sinergi antara kampus dan masyarakat.
“Memelihara ayam pelung bukan hanya hobi, tapi juga bernilai ibadah. Karena ayam pelung kerap berkokok pada waktu tahajud dan subuh, yang bisa membangunkan kita untuk beribadah,” tambahnya.

Lomba ini juga menjadi ajang kolaborasi antara Polije dan komunitas peternak, khususnya dengan Program Studi Manajemen Bisnis Unggas di bawah Jurusan Peternakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran Polije dalam pengembangan potensi peternakan rakyat.
Selain menumbuhkan semangat kompetisi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari peternak berpengalaman. Mereka dapat memahami potensi ekonomi dan nilai budaya dari ayam pelung yang telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Jawa Timur.
Saiful berharap kegiatan ini dapat berkembang lebih luas di tahun mendatang.
“Tahun depan, kami ingin memperluas cakupan lomba hingga lima kabupaten dan menjadikannya wadah pemberdayaan serta pendampingan komunitas ayam pelung dengan dukungan dinas dan perguruan tinggi,” pungkasnya.