
Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional di Gedung Auditorium Vokasi. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika sepakat mengusung tema Inovasi Bioteknologi dan Transformasi Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan.
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan pakar dunia Dr. Inez Hortense Slamet-Loedin dari International Rice Research Institute Filipina. Sebab, pihak kampus berkomitmen memberikan wawasan global mengenai rekayasa genom untuk meningkatkan ketahanan pangan kepada mahasiswa.
Sekretaris Jurusan Produksi Pertanian Hanif Fatur Rohman menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang memadati ruangan. Alhasil, para mahasiswa berkesempatan emas mendiskusikan inovasi manajemen hama mutakhir bersama praktisi industri terkemuka PT UPL Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh wawasan langsung dari pakar internasional dan praktisi industri,” ujar Hanif Fatur Rohman.
Sementara itu, pihak jurusan merancang agenda ilmiah ini untuk membekali para lulusan menghadapi tantangan krisis pangan global. Maka dari itu, penguasaan aplikasi bioteknologi modern menjadi modal utama bagi kemajuan sektor pertanian masa depan.
“Tema Inovasi Bioteknologi dan Transformasi Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan sangat relevan,” jelas Hanif
Selanjutnya, Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Kehumasan Polije Agung Wahyono memuji konsistensi pelaksanaan agenda internasional tersebut. Oleh sebab itu, iklim pembelajaran positif seperti ini harus terus bergulir demi meningkatkan daya saing global institusi.
“Kegiatan semacam ini menjadi budaya akademik yang positif karena memberikan wawasan baru kepada mahasiswa,” kata Agung Wahyono.
Materi rekayasa genetik dan teknologi pencitraan dari dunia industri juga dinilai sangat maju serta ramah lingkungan. Jadi, penguasaan ilmu proteksi tanaman modern ini akan mempermudah jalannya transformasi pertanian presisi di Indonesia.
“Materi tersebut dinilai sangat maju karena tidak hanya berfokus pada pengendalian penyakit tanaman,” pungkas Agung Wahyono.