
Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat perannya di kancah global melalui penyelenggaraan 8th International Conference on Food and Agriculture (ICoFA) dan 6th International Conference on Social Science, Humanity, and Public Health (ICoSHIP) yang digelar pada 25 Oktober 2025 di Jember, Jawa Timur.
Kegiatan bertaraf internasional ini mengangkat tema “Resilient Innovations in Food, Agriculture, Biotechnology, and Bioeconomy” untuk ICoFA, serta “Fostering Interdisciplinary Solutions: Social, Cultural, and Health Innovations for Equitable and Sustainable Societies” untuk ICoSHIP. Sebanyak 139 peserta dari Indonesia, Jepang, dan India berpartisipasi, terdiri dari akademisi, peneliti, dan profesional lintas bidang ilmu.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa konferensi ini menjadi bukti nyata komitmen Polije dalam memperkuat riset terapan dan kolaborasi internasional.
“Kami ingin menjadikan Polije sebagai pusat pengembangan riset terapan yang mampu menjawab tantangan global, terutama dalam bidang pangan, bioteknologi, dan sosial-humaniora,” ujar Saiful.
Ia menambahkan bahwa ICoFA dan ICoSHIP bukan sekadar forum ilmiah, melainkan wadah strategis untuk membangun jejaring riset lintas negara dan lintas disiplin ilmu.
“Kolaborasi ini penting agar hasil penelitian yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi bisa diimplementasikan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Saiful juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Polije menjadi Politeknik Unggul di Asia pada tahun 2035.
“Melalui konferensi internasional ini, Polije berkomitmen memperluas kontribusi dalam inovasi pertanian berkelanjutan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pembangunan ekonomi hijau,” katanya menutup.
Dengan terlaksananya dua konferensi internasional ini, Polije semakin meneguhkan posisinya sebagai institusi vokasi yang berdaya saing global, berfokus pada inovasi riset dan kolaborasi internasional demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.