
Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis teknologi. Melalui kolaborasi dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema), tim peneliti Polije berhasil mengimplementasikan program hibah BIMA Kemendiktisaintek di Banijo Farm, Kabupaten Malang. Fokus program ini adalah pemanfaatan teknologi penepung kotoran kambing serta digitalisasi manajemen usaha.
Perwakilan Polije, Qonitatul Hasanah, bersama tim gabungan, mendampingi mitra dalam pelatihan penggunaan mesin penepung, perawatan, hingga SOP produksi. Hasilnya, kapasitas produksi meningkat signifikan. Dari yang sebelumnya hanya 50 kg/jam dengan fermentasi 1,5 bulan, kini mencapai ≥100 kg/jam dengan fermentasi sekitar dua minggu.
Tidak hanya dari sisi produksi, Polije juga berkontribusi dalam digitalisasi manajemen Banijo Farm. Sistem pencatatan keuangan terintegrasi dengan bot Telegram dan website memungkinkan pemasukan serta pengeluaran tercatat otomatis. Data keuangan pun lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses dalam berbagai format.
Qonitatul Hasanah menegaskan peran Polije dalam menghadirkan solusi nyata bagi UMKM.
“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi sederhana sekaligus digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan profesionalitas usaha. Polije siap menjadi mitra strategis UMKM untuk berkembang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Dampak program sudah terlihat jelas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, berkurangnya limbah ternak, hingga sistem administrasi yang lebih profesional. Melalui marketplace digital, Banijo Farm juga mulai menjangkau konsumen di luar daerah Malang.
Keterlibatan Polije dalam program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mengolah limbah ternak secara produktif. Dengan dukungan teknologi modern dan sistem terdigitalisasi, Polije menegaskan komitmennya sebagai kampus vokasi yang aplikatif, solutif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.