Polije Dosen Susun Lesson Plan PBL Bersama Ahli S4C dan BFH Swiss

Pada sesi sore hari pertama, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar diskusi intensif bersama konsultan Skills for Competitiveness (S4C) dan peneliti dari Bern University of Applied Sciences (BFH-HAFL) Swiss terkait penyusunan Problem-Based Learning (PBL) lesson plan. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan utama ini menjadi ajang pertukaran gagasan untuk menyelaraskan tujuan dan metode antara dosen Polije dengan pakar internasional.

Dalam forum tersebut, dosen dari beberapa jurusan mempresentasikan rancangan lesson plan, khususnya modul praktik pengolahan susu dan produk olahan hasil ternak. Rancangan ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa.

Konsultan S4C dan BFH-HAFL memberikan masukan konstruktif mengenai manajemen laboratorium hingga teknik evaluasi pembelajaran. Mereka mendorong Polije agar mengadopsi standar internasional yang dapat memperkuat daya saing global.

Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, SP, M.Si., Ph.D., menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata peningkatan mutu akademik.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pembelajaran berbasis masalah dapat berjalan efektif dengan dukungan standar internasional. Harapannya, mahasiswa Polije tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri global,” ungkap Agung.

Sementara itu, peneliti BFH-HAFL, Sven Nägeli, menilai pendekatan yang dilakukan Polije sudah sejalan dengan praktik terbaik internasional.

“Kami melihat Polije memiliki komitmen kuat untuk mengintegrasikan teori dengan praktik nyata. Hal ini sangat penting agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis sekaligus terampil secara teknis, sehingga mereka dapat berkontribusi di pasar kerja global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberanian Polije membuka ruang dialog dengan mitra internasional adalah modal penting dalam mencetak generasi yang adaptif.

“Diskusi seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menyempurnakan kurikulum, tetapi juga menumbuhkan budaya inovasi. Itu adalah kunci untuk meningkatkan daya saing pendidikan vokasi,” tegas Sven.

Hasil diskusi menghasilkan lesson plan yang lebih terarah dan siap digunakan pada sesi PBL yang dimulai Selasa (30/9/2025). Kolaborasi ini menegaskan keseriusan Polije dalam memadukan metodologi pembelajaran inovatif dengan aplikasi nyata industri, demi menghasilkan lulusan adaptif, kompeten, dan berdaya saing tinggi.