Polije Dorong Transformasi Digital UMKM Bawang Goreng di Nganjuk

Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Jember (Polije) meluncurkan sistem pembukuan digital berbasis web dan chatbot Telegram untuk mendukung transparansi keuangan serta efisiensi produksi UMKM bawang goreng “Mak Yem Berkah Sejati” di Dusun Kedunggulun, Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Selain sistem keuangan digital, tim juga memperkenalkan mesin perajang bawang merah otomatis yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 50 kg/jam menjadi 100 kg/jam. Inovasi ini sekaligus menjawab persoalan utama UMKM, yakni pencatatan keuangan yang masih manual dan produksi yang sebelumnya bergantung pada perajang tradisional.

Dosen pelaksana, Qonitatul Hasanah, S.ST., M.Tr.T., mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam program ini.

“UMKM bawang goreng di Kabupaten Nganjuk punya potensi besar, tetapi masih terkendala di pencatatan keuangan manual dan proses produksi bawang merah. Karena itu, kami menghadirkan sistem pembukuan digital berbasis web dan chatbot Telegram, serta mesin perajang otomatis untuk meningkatkan efisiensi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Suwinda Febriani, S.P., M.Biotek., turut menegaskan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital UMKM.

“Harapan kami, kedua inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan transparansi, tetapi juga mempersiapkan UMKM lebih siap bersaing di era modern,” ujarnya.

Tidak hanya pada pencatatan dan produksi, tim Polije juga membantu modernisasi desain kemasan (packaging). Dengan tampilan yang lebih menarik dan profesional, produk bawang goreng diharapkan mampu memperluas pasar melalui platform digital dan e-commerce.

Qonitatul menambahkan, keberhasilan program ini juga berkat dukungan dari BIMA Kemdiksaintek dan Politeknik Negeri Jember.

“Kami berterima kasih atas dukungan pendanaan dan dukungan institusi, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ke depan, kami berkomitmen mendampingi mitra agar pemanfaatan teknologi ini berkelanjutan dan benar-benar memberi dampak nyata bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur,” tegasnya.

Dengan sistem terintegrasi ini, admin dapat mengakses dan menganalisis laporan keuangan secara otomatis, sementara pengguna (user) cukup berinteraksi dengan chatbot untuk mencatat transaksi maupun memantau saldo kas. Transformasi ini diharapkan menjadi titik awal percepatan digitalisasi UMKM bawang goreng di Nganjuk.