Polije Dorong Inovasi Ayam Asap Peternak Banyuwangi

Peternak ayam di Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Banyuwangi, kini mengembangkan produk ayam asap sebagai inovasi bernilai ekonomi tinggi. Program ini hasil pendampingan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Jember (Polije) tahun 2025.

Selama ini, peternak hanya menjual ayam hidup dengan keuntungan tipis. Melalui pelatihan dari tim dosen Polije Aryanti Candra Dewi, S.Pt., M.Sc., Prof. Dr. Ir. Rr. Merry Muspita Dyah Utami, MP., IPM., dan Ir. Dian Hartatie, MP. mereka kini mampu memproduksi ayam asap dengan teknik cold smoked, pengemasan vakum, dan pemasaran digital.

“Ayam yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan daging segar dan aman untuk diolah,” ujar Prof. Merry Muspita Dyah Utami.

Kayu nangka dan rambutan dipilih sebagai bahan bakar pengasapan untuk menghasilkan aroma khas tanpa rasa pahit.

“Kayu yang tepat memberi aroma sedap tanpa merusak rasa daging,” jelas Aryanti Candra Dewi.

Salah satu peserta, Pak Eko, mengaku pelatihan ini membuka peluang baru.

“Sekarang kami bisa menjual produk olahan yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi,” katanya.

Menurut Ir. Dian Hartatie, MP., potensi ayam asap sangat besar di pasar digital dan bisa menembus pasar luar daerah.

Program ini menjadi langkah nyata Polije dalam memperkuat ekonomi lokal dan mengangkat potensi kuliner khas Banyuwangi.