Polije Dorong Desa Sucopangepok Cegah Stunting Lewat Edukasi

Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong warga Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, untuk mencegah stunting melalui edukasi gizi, teknologi, dan sanitasi. Program ini digagas dosen Jurusan Kesehatan Polije sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Ketua kegiatan, Miftahul Jannah, S.Gz., M.Gizi., menjelaskan bahwa program berlangsung dalam empat kali pertemuan sejak Juli hingga Agustus 2025.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Rangkaian kegiatan dimulai 21 Juli 2025 dengan manajemen masyarakat desa yang menghadirkan perangkat desa, bidan, dan tokoh masyarakat. Kepala Desa Sucopangepok, Abd. Rohman, menegaskan pentingnya kolaborasi. Ia menyebut gizi balita masih menjadi perhatian utama dan berharap program membawa dampak nyata. Selanjutnya, 29 Juli 2025, tim Polije memberikan edukasi gizi, penyuluhan ASI eksklusif, praktik posisi menyusui yang benar, serta pengenalan menu MPASI bergizi berbahan pangan lokal.

Pada 30 Juli 2025, masyarakat mengikuti penyuluhan deteksi dini stunting dan inovasi Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) yang memadukan ikan lele dan kangkung untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pertemuan terakhir 26 Agustus 2025 membahas sanitasi, jadwal makan balita, hingga simulasi evakuasi bencana mengingat desa berada di kawasan rawan banjir dan longsor. Bidan desa, Tria Dewi Poerbarini, A.Md. Keb., mengapresiasi program tersebut.

“Selama ini banyak ibu masih bingung soal pola makan anak. Dengan adanya pelatihan ini, mereka jadi lebih paham dan siap menerapkan di rumah,” ungkapnya.

Menurut Miftahul Jannah, program akan berlanjut Oktober 2025 dengan pelatihan mitigasi bencana untuk kader posyandu serta pengenalan aplikasi posyandu digital guna pencatatan tumbuh kembang balita. Melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Sucopangepok diharapkan menjadi contoh integrasi gizi, teknologi, dan sanitasi dalam membangun masyarakat sehat, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.