Polije dan S4C Gelar Workshop PBL Pengolahan Produk Susu

Polije dan S4C Gelar Workshop PBL Pengolahan Produk Susu

Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Swisscontact melalui program Skills for Competitiveness (S4C) sukses menggelar workshop selama satu pekan bertema Problem-Based Learning (PBL) dan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengolahan produk susu.

Kegiatan berlangsung di TEFA Milk dan laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Polije dengan melibatkan dosen, teknisi, serta mitra internasional. Workshop resmi dibuka pada Senin (29/9/2025) melalui sesi penyambutan, kunjungan fasilitas, dan diskusi dengan dosen Polije terkait rencana pembelajaran berbasis PBL.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen memperkuat pendidikan vokasi.

“Workshop ini bukan hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga menghadirkan hasil nyata berupa produk olahan susu yang sesuai standar industri,” ujarnya.

Selama lima hari, peserta mengikuti sesi PBL intensif yang dipandu dosen Polije dengan fokus pada tiga produk utama: susu pasteurisasi, susu sterilisasi, dan yoghurt. Setiap sesi dilanjutkan dengan penyusunan SOP serta diskusi umpan balik untuk memperkuat metode pengajaran dan memastikan hasil pembelajaran lebih aplikatif.

Kontribusi penting datang dari Sven, TEFA Expert dari BFH-HAFL (School of Agricultural, Forest and Food Sciences, Swiss), yang berperan sebagai fasilitator sekaligus narasumber.

“Kunci keberhasilan PBL terletak pada kesiapan menyeluruh, mulai dari laboratorium, SOP, hingga data pengajar dan mahasiswa yang terlibat,” tegasnya.

Tim S4C yang dipimpin Daniel Weibel dan Kiki Hendarin, serta tamu undangan seperti Beny Bandanajaya, turut mendampingi jalannya sesi. Meski terdapat tantangan, seperti fasilitas TEFA Milk yang belum sepenuhnya lengkap dalam hal kemasan dan standar bahan baku, Polije mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Menariknya, agenda ini bertepatan dengan kegiatan AITEC, sehingga sekaligus memperluas visibilitas institusi dan memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional.

Workshop ditutup pada Jumat (3/10/2025) dengan refleksi hasil capaian sekaligus pembahasan peluang kolaborasi lanjutan.

“Kegiatan ini menegaskan peran Polije dalam meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri,” kata Saiful.

Tiga produk olahan susu—susu pasteurisasi, susu sterilisasi, dan yoghurt—menjadi hasil nyata dari penerapan PBL yang dikembangkan dalam workshop tersebut.