Polije dan Kemenkes Perkuat Kerja Sama Beasiswa SDM Kesehatan

Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima kunjungan Delegasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka rekonsiliasi data peserta beasiswa dan koordinasi perpanjangan kerja sama. Kegiatan berlangsung di Gedung Jurusan Kesehatan Polije dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta perwakilan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes.

Kegiatan ini bertujuan untuk merekonsiliasi data penerima Beasiswa SDM Kesehatan antara Kemenkes dan institusi pendidikan, serta membahas kelanjutan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak.

Danan Rizky Rifani, selaku Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Beasiswa SDM Kemenkes, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Polije telah berlangsung selama beberapa tahun dan masih berjalan aktif.

“Beasiswa Kementerian Kesehatan yang diberikan kepada mahasiswa Polije masih berjalan hingga saat ini. Beberapa peserta masih aktif menerima pendanaan,” ungkapnya.

Ketua Jurusan Kesehatan Polije, Dr. Ir. Rindiani, M.P., menjelaskan bahwa kerja sama beasiswa tugas belajar dengan Kementerian Kesehatan telah dimulai sejak 2019 dan terus berlanjut hingga 2024.

“Total ada 47 mahasiswa yang telah menerima beasiswa tugas belajar. Saat ini masih ada beberapa yang belum menyelesaikan studi karena menunggu ujian atau Uji Kompetensi Nasional, yang dijadwalkan pada 16 Agustus mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Jurusan Kesehatan Polije saat ini memiliki tiga program studi utama yakni Manajemen Informasi Kesehatan, Gizi Klinik, dan Promosi Kesehatan. Prodi MIK juga dibuka di Kampus Ngawi sebagai Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

“Kami berharap ke depan kerja sama ini bisa diperluas ke program alih jenjang, terutama di Prodi Gizi Klinik dan Promosi Kesehatan,” tambahnya.

Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Polije, Agus Riyanto, S.E., M.Si., turut menegaskan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi yang telah terjalin erat.

“Hubungan yang telah terbangun selama tiga hingga empat tahun terakhir ini penuh komitmen dan kepercayaan. Kami merasa terhormat karena banyak pemerintah provinsi, baik dari Jawa maupun luar Jawa, mempercayakan pendidikan pegawai dan mahasiswanya kepada Polije,” ungkapnya.

Menurut Agus Riyanto, mahasiswa penerima beasiswa berasal dari berbagai wilayah, termasuk NTT, Aceh, Kalimantan Utara, serta beberapa daerah lainnya yang menjadi bukti bahwa Polije telah diakui sebagai institusi vokasi unggulan secara nasional.

Dirinya juga berharap agar para mahasiswa tugas belajar dari Kemenkes dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali mengabdi di daerah masing-masing.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh mahasiswa, termasuk yang berasal dari luar Jawa,” pungkasnya. (hnf)