Polije dan IPB Kolaborasi Gulirkan Pertanian Presisi di Jember

Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama pakar Institut Pertanian Bogor (IPB) merancang cetak biru pangan daerah. Oleh karena itu, dunia akademik menggelar Sosialisasi dan Audiensi bersama Dinas Pertanian serta Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Selasa (19/5/2026).

Pakar Pertanian IPB Prof. Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS, memaparkan strategi pengembangan komunitas tani berbasis pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, konsorsium perguruan tinggi siap menerjunkan inovasi teknologi terapan guna mendampingi para petani lokal.

“Kami memfokuskan program ini pada penguatan kemandirian petani agar mampu membangun usaha bersama berbasis komunitas,” ujar Prof. Amiruddin Saleh.

Menurutnya, IPB menaruh perhatian besar pada implementasi pertanian presisi yang menyesuaikan dengan karakteristik lahan setempat.

“Kami mengombinasikan mekanisasi pertanian dengan sistem digitalisasi guna mendongkrak efisiensi biaya produksi secara signifikan,” tutur Amiruddin.

Pihak kampus menargetkan seluruh hilirisasi riset komoditas ini mampu mencapai tingkat kesiapan teknologi skala tujuh.

“Kami mencontohkan keberhasilan varietas unggul IPB yang sukses menghasilkan produktivitas tinggi di atas rata-rata nasional,” pungkas Amiruddin.

Merespons hal tersebut, Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyatakan kesiapan penuh institusinya mengawal implementasi riset lapangan. Oleh sebab itu, Polije langsung mengintegrasikan program penguatan SDM ini dengan jaringan mitra industri.

“Hubungan kerja sama ini telah mengakar kuat bahkan sejak sebelum lahirnya regulasi resmi tahun 2012,” jelas Saiful Anwar.

Lebih lanjut, Saiful mengungkapkan bahwa sinergi perguruan tinggi terbukti mempercepat hilirisasi produk pangan ke pasar nasional.

“Kami terus mengupayakan kepastian pasar serta fasilitas modern demi melindungi margin keuntungan para petani,” tambah Saiful.

Manajemen Polije menilai kolaborasi riset bersama IPB menjadi pilar penting untuk mewujudkan program swasembada beras nasional.

“Kami meyakini inovasi terapan ini mampu meminimalkan ketergantungan negara terhadap pasokan impor luar negeri,” harap Saiful.