
Politeknik Negeri Jember (Polije) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menggelar rapat koordinasi. Pertemuan ini menandai langkah awal penetapan program kolaboratif masa depan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan institusi.
Perwakilan GIZ dan Polije bertukar ide mengenai kerangka kerja sama, berfokus pada penguatan pembangunan berkelanjutan dan inovasi agroteknologi. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari dialog sebelumnya untuk mengintegrasikan keahlian vokasi Jerman dengan ekosistem pembelajaran terapan Polije.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan pentingnya sinergi ini bagi kampus vokasi.
“Dengan adanya mitra-mitra yang bekerja sama dengan Polije khususnya program studi (prodi) akan berdampak baik dengan kualitas yang dimiliki oleh Polije. Hal ini menjadi baik untuk Polije, karena Polije merupakan perguruan tinggi negeri vokasi yang di mana lulusannya akan banyak terserap di industri,” tutur Agung Wahyono.
Polije menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam program yang berfokus pada energi terbarukan, agroteknologi, dan transformasi digital. GIZ menekankan bahwa pertemuan awal ini adalah titik permulaan untuk menyusun peta jalan kemitraan terstruktur.
Langkah selanjutnya yang disepakati adalah pelibatan Technical University of Dresden pada sesi berikutnya. Kehadiran universitas ini diharapkan memperkaya diskusi teknis dan memberikan dukungan akademik.
Kedua pihak mengakui bahwa kerja sama internasional berperan penting dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing. Kemitraan ini bertujuan menciptakan model pendidikan yang berkelanjutan dan terukur.