POLIJE DAN BAZNAS JATIM PERKUAT SINERGI SOSIAL-KEAGAMAAN DI KAMPUS

Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar acara penyambutan jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang sosial dan keagamaan. Dalam sambutannya, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan penghormatan dan ucapan selamat datang kepada Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta para wakil ketua: Drs. KH. Masnuh, MA; Drs. KH. Achsanul Haq, M.Pd.I; Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si; dan Dr. KH. Husnul Khuluq, MM.

“Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kunjungan jajaran BAZNAS Jawa Timur ke kampus kami. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan umat dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Saiful Anwar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pimpinan internal Polije, termasuk Wakil Direktur, kepala bagian, dan pengurus takmir Masjid Al-Istiqamah, yang dinilai aktif mengelola kegiatan amal dan keagamaan yang berdampak besar bagi mahasiswa dan sivitas kampus.

Polije saat ini memiliki sekitar 9 jurusan, 40 program studi, serta 6 kampus yang tersebar di berbagai wilayah. Direncanakan pula pembukaan kampus ketujuh di Merauke pada tahun mendatang. Total mahasiswa mendekati 13.500, dengan jumlah pegawai sekitar 900 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si. menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural di bawah Presiden RI, setara dengan KPK dan BPK, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.

“Mandat utama kami adalah menanggulangi kemiskinan, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti Polije sangat strategis,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran masyarakat dan sektor swasta dalam distribusi bantuan, mengingat ketimpangan sosial yang masih tinggi.

“Zakat adalah instrumen spiritual yang tak hanya mengurangi beban psikologis, tapi juga meningkatkan solidaritas sosial,” tambahnya.

BAZNAS, menurutnya, memberikan bantuan biaya kuliah hingga delapan semester serta membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin. Di akhir pidatonya, ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus bersinergi dengan institusi pendidikan dan pemerintah dalam membangun keadilan sosial melalui zakat yang dikelola secara amanah dan profesional. (hnf)