
Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije) membekali pengurus BUMDes Lancar Jaya Desa Seputih, Kecamatan Mayang, dengan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis Excel dan strategi digital marketing. Kegiatan selama Juli-Oktober 2025 ini bertujuan memperkuat tata kelola keuangan dan perluasan pemasaran produk desa secara digital.
Ketua Tim Pelaksana, Endro Sugiartono, S.E., M.M., menegaskan, “Kami membangun kemandirian pengelola BUMDes melalui pendampingan intensif, sehingga mereka mampu menyusun laporan keuangan mandiri tanpa ketergantungan pihak luar.”
Tim memperkenalkan template Excel khusus berisi rumus otomatis yang menyusun laporan keuangan secara real-time saat transaksi diinput.
“Template ini memangkas waktu, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan transparansi laporan keuangan BUMDes,” jelas Arisona Ahmad, S.E., M.S.A.
Pendekatan ini membantu pengurus yang sebelumnya kesulitan menyusun laporan keuangan yang rapi dan terstruktur.
Pada sisi pemasaran, tim membantu pembuatan website resmi BUMDes yang terintegrasi dengan WhatsApp untuk transaksi online.
Candra Pramula Pinandita, S.ST., M.M., menerangkan, “Integrasi dengan WhatsApp dipilih karena paling sesuai kebutuhan BUMDes di tingkat desa, membuat proses jual beli lebih cepat dan efisien.”
Strategi digital ini memungkinkan BUMDes menjangkau pasar lebih luas dibatasi cara konvensional.
Ketua BUMDes Lancar Jaya, Andi Fatah Zuhud, menyambut positif inisiatif ini karena sangat membantu bagi BUMDes.
“Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih mudah membuat laporan keuangan serta memanfaatkan website untuk memasarkan produk. Dengan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan pemasaran digital, kami berharap BUMDes berkembang lebih profesional,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan yang melibatkan enam dosen dan empat mahasiswa ini merefleksikan komitmen Polije dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendekatan integratif antara akuntansi dan teknologi informasi ini diharapkan mampu menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa yang adaptif terhadap transformasi digital dan tata kelola keuangan yang transparan.