Peserta Pelatihan Barista Jember Pelajari Bisnis Model dan Strategi Harga Produk

Memasuki hari kelima, Pelatihan Barista Kopi hasil kerja sama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember dan Politeknik Negeri Jember (Polije) beralih dari aspek teknis penyeduhan kopi menuju pemahaman kewirausahaan.

Para peserta dibekali materi tentang Bisnis Model Canvas (BMC) dan Penetapan Harga Pokok Produk (HPP), sebagai bekal penting untuk mengembangkan usaha di industri kopi.

Kegiatan yang berlangsung di Tefa Bakery and Coffee Polije ini bertujuan membentuk barista yang tidak hanya terampil dalam meracik kopi, tetapi juga memahami strategi bisnis dan nilai ekonominya. Melalui sesi interaktif, peserta diajak menyusun peta model bisnis berbasis BMC mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, hingga strategi pendapatan dan pengelolaan sumber daya.

Selain itu, materi HPP memberikan pemahaman praktis tentang cara menghitung biaya produksi per cangkir kopi, agar peserta mampu menentukan harga jual yang kompetitif dan berkelanjutan.

Sri Santi Utami, S.St., M.ST., Manajer Tefa Bakery and Coffee Polije, menjelaskan bahwa pembekalan bisnis ini merupakan bagian penting dari kurikulum pelatihan.

“Kami ingin peserta tidak hanya mahir membuat espresso, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha kopi secara berkelanjutan. Dengan memahami konsep bisnis dan harga pokok produk, mereka bisa mengambil keputusan yang lebih strategis jika ingin membuka kafe sendiri,” ungkapnya.

Melalui kombinasi keterampilan teknis dan pemahaman bisnis, pelatihan ini diharapkan mampu mencetak barista profesional sekaligus calon wirausaha muda yang berdaya saing di dunia industri kopi, khususnya di Kabupaten Jember.