Pakan Berkualitas Jadi Kunci Susu Segar Tefa Milk Polije

Kualitas susu segar yang dihasilkan oleh Tefa Milk Politeknik Negeri Jember (Polije) tidak lepas dari manajemen pakan yang ketat di Tefa Sapi Perah. Jenis dan kandungan nutrisi pakan menjadi faktor utama yang menentukan mutu susu segar agar sesuai standar Aman, Sehat, dan Halal.

Menurut Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., selaku tim teknis Tefa Sapi Perah Polije, pakan berserat tinggi berperan penting dalam produksi susu.

“Kalau ayam tidak boleh banyak serat, justru untuk sapi perah serat itu wajib karena sangat berpengaruh terhadap produksi dan kualitas susu,” ujarnya.

Formulasi pakan disusun mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Pakan Sapi Perah, dengan penyesuaian berdasarkan fase pertumbuhan sapi mulai dari pedet hingga indukan produktif.

“Sapi usia 0 sampai 2 bulan masih diberi susu. Setelah itu baru dikenalkan rumput dan konsentrat. Untuk sapi produktif, minimal 60 persen pakannya harus hijauan,” jelas Rizki.

Setiap bahan pakan menjalani proses quality control sebelum digunakan. Hijauan diklasifikasi berdasarkan tingkat kesegaran dan warna, sementara bahan kering seperti biji-bijian diuji kadar airnya.

“Kalau rumput sudah kering atau banyak kuningnya, kualitasnya menurun dan bisa berdampak pada kualitas susu,” tambahnya.

Dalam menghadapi fluktuasi cuaca, Tefa Sapi Perah memanfaatkan limbah pertanian lokal seperti ampas tahu, jerami, kulit kopi, dan pucuk tebu.

“Di Jember ini ampas tahunya banyak, proteinnya tinggi, sehingga bisa membantu meningkatkan kualitas pakan,” katanya. Limbah kulit kopi juga dimanfaatkan sebagai bahan tambahan tannin alami untuk menjaga nutrisi pakan tetap terserap optimal.

Mahasiswa turut terlibat dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemberian pakan, pemerahan susu, hingga pengujian kualitas.

“Mahasiswa belajar langsung dari hulu ke hilir agar memahami seluruh proses produksi susu yang baik,” ujar Rizki.

Ia berharap peningkatan populasi sapi perah di Polije diimbangi dengan penguatan manajemen pakan dan pengawasan mutu.

“Kalau jumlah sapi bertambah, pakannya juga harus siap. SOP dan QC harus tetap dijaga agar produksi susu konsisten dan berkualitas,” pungkasnya.