Optimalkan Berbagai Unit Produktif Polije Siap Pasok Kebutuhan SPPG untuk Program MBG

Politeknik Negeri Jember (Polije) menyatakan kesiapan penuh untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG). Langkah ini bertujuan mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menegaskan bahwa kampus memiliki ekosistem produksi yang sangat memadai melalui berbagai unit Teaching Factory (TEFA). Fasilitas produktif ini mampu menghasilkan bahan pangan berkualitas secara konsisten untuk memenuhi standar gizi nasional.

“Polije memiliki berbagai unit TEFA produktif yang siap mendukung penuh kebutuhan SPPG dalam pemenuhan program MBG,” ujar Saiful Anwar, Senin (9/3).

Saiful menjelaskan bahwa Polije kini membuka pintu lebar bagi pihak pengelola SPPG untuk menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama ini berfokus pada pemenuhan bahan baku pangan yang stabil, higienis, dan terstandarisasi industri.

“Kami membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan SPPG-SPPG di berbagai wilayah untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku mereka,” tegas Saiful Anwar.

Saat ini, Polije aktif menyediakan berbagai komoditas yang menjadi komponen utama menu makanan bergizi. Keberagaman unit TEFA di Polije memungkinkan kampus untuk memasok berbagai jenis bahan pangan berkualitas dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

“Kami aktif menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh SPPG di berbagai wilayah, khususnya di Kabupaten Jember,” jelasnya mengenai cakupan distribusi saat ini.

Berbagai produk unggulan seperti roti (bakery), susu segar, hingga produk olahan lainnya menjadi komoditas utama pasokan Polije. Seluruh hasil unit produktif tersebut telah melalui pengawasan mutu yang ketat untuk menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“Produk kami meliputi bakery, susu, dan aneka produk pangan lainnya yang sudah masyarakat terima dengan baik,” tambah Saiful Anwar.

Pemanfaatan TEFA produktif ini sekaligus menjadi bukti nyata peran pendidikan vokasi dalam menjaga rantai pasok pangan lokal. Saiful meyakini bahwa kolaborasi dengan SPPG akan memperkuat kedaulatan pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah.

“Kesiapan infrastruktur dan kemitraan ini memastikan program MBG berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.