
Peternakan sapi perah merupakan salah satu sektor strategis dalam menciptakan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia. Untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang ini, Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dan Griffith University menyelenggarakan program bergengsi Australia Awards Short Course: Pasture, Feed and Water Management Practices to Improve Dairy Livestock Productivity pada 12–25 Juli 2025 di Australia.
Salah satu peserta terpilih dari Indonesia adalah Ir. Agus Hadi Prayitno, S.Pt., M.Sc., IPM., dosen Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember (Polije). Selama program, Ir. Agus Hadi mengikuti berbagai kegiatan akademik dan praktis di Brisbane, Gympie, dan Cairns mulai dari kuliah intensif, kunjungan ke fasilitas riset dan peternakan komersial, hingga sesi mentoring dan presentasi proyek.
Dalam sesi pemaparan Award Project, Ir. Agus Hadi mempresentasikan rencana berjudul Enhancing Student Competence through Strengthening Learning Materials on Forage and Dairy Livestock Production. Proyek tersebut bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa Jurusan Peternakan Polije melalui pengembangan materi ajar yang kontekstual dan terkini, mengacu pada pengalaman langsung dari sistem peternakan tropis Australia. Materi ini akan meliputi manajemen pakan, efisiensi penggunaan air, pemilihan hijauan berkualitas, serta penerapan sistem Total Mixed Ration (TMR) dan silase yang relevan dengan kondisi Indonesia.
Peserta juga mendapat akses eksklusif ke pusat keunggulan seperti UQ Gatton Dairy Research Facility, Walkamin Research Station, dan sejumlah peternakan komersial dengan pendekatan berbeda, mulai dari pasture-based, partial mixed ration (PMR), hingga full TMR system. Selain itu, kemampuan teknis mahasiswa diperkuat melalui pelatihan software nutrisi Rumen8, serta wawasan mengenai efisiensi produksi, adaptasi iklim, dan dinamika pasar susu di kawasan tropis.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung implementasi strategi peternakan tropis yang berkelanjutan. Pengalaman ini akan saya transformasikan menjadi kurikulum pembelajaran dan penguatan kompetensi mahasiswa di Polije,” ujar Ir. Agus Hadi usai sesi mentoring di Griffith University.
Lewat program ini, para profesional Indonesia didorong untuk menciptakan solusi nyata melalui Award Project yang dirancang dapat langsung diimplementasikan di sektor masing-masing selepas program di Australia. Ir. Agus Hadi menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran vokasi, khususnya pada Program Studi Produksi Ternak, Teknologi Pakan Ternak, serta Teaching Factory Sapi Perah Politeknik Negeri Jember.
Australia Awards Short Course bukan sekadar sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi pendidikan yang mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam pengembangan pertanian dan peternakan tropis.
“Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal kontribusi nyata untuk membangun masa depan peternakan sapi perah Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” tegas Ir. Agus Hadi. (hnf)