
Kegiatan World Friends Korea – ICT Volunteer (WFK-ICT) 2025 yang melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) dengan Kyungpook National University (KNU) kembali digelar, kali ini dengan mengunjungi SD Negeri Nangkaan, Bondowoso. Program ini bertujuan memperkenalkan budaya Korea kepada siswa sekolah dasar melalui permainan tradisional atau K-Games.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh siswa SD yang menyanyi bersama dan berjabat tangan dengan para peserta. Acara dilanjutkan dengan perkenalan Prof. Chung Wonil dari Gyeongbuk National University, diikuti sesi foto bersama. Setelah itu, para relawan masuk ke kelas masing-masing untuk mengenalkan Arduino Kit mini yang dirancang khusus agar mudah dipahami anak-anak.
Tidak hanya teknologi, suasana keceriaan juga tercipta saat siswa mencoba berbagai K-Games seperti Gonggi, Ddakji, dan Jegichagi. Permainan ini mengundang antusiasme, tawa, dan interaksi aktif di antara peserta dan siswa. Setelah sesi bermain, kegiatan diakhiri dengan makan bersama sebelum rombongan pamit kembali.
Menurut Lukie Perdanasari, S.Kom., M.T., dosen pendamping dari Polije, kegiatan ini menjadi cara efektif untuk menggabungkan pembelajaran teknologi dengan pengenalan budaya asing.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang teknologi melalui Arduino Kit, tetapi juga mengenal budaya Korea lebih dekat melalui permainan tradisionalnya. Harapannya, interaksi ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan siswa SD Nangkaan dapat memahami bahwa teknologi dan budaya dapat berjalan berdampingan, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap keragaman budaya dunia. (hnf)