MAHASISWA TERAPKAN APLIKASI EXCEL MAKRO UNTUK TINGKATKAN AKUNTABILITAS KEUANGAN BUMDES PARIWISATA DI PUNCAK BADEAN

Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan di tingkat desa, khususnya pada sektor pariwisata, empat mahasiswa program studi Akuntansi melakukan pendampingan dan implementasi aplikasi pencatatan keuangan berbasis Excel Makro di BUMDes Badean Sejahtera. BUMDes ini menaungi unit usaha pariwisata unggulan desa, yakni “Puncak Badean”, yang semakin populer sebagai destinasi wisata lokal.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Najwa Alifa Hamdah, Ruwanda Oktavia Andini, Vanisa Nia Nur Ramadhani, dan Ana Rosalia. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka tidak hanya menghadirkan solusi teknologi sederhana namun efektif, melainkan juga melakukan transfer pengetahuan secara langsung kepada pengelola BUMDes.

Sistem pencatatan keuangan yang mereka terapkan berbasis Microsoft Excel dengan fitur makro, yang memungkinkan otomatisasi dalam pencatatan transaksi, penginputan akun, dan penyusunan laporan keuangan yang lebih sistematis. Aplikasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh BUMDes, seperti pencatatan manual yang kurang rapi dan sulit dilacak.

Vanisa Nia Nur Ramadhani, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman lapangan yang sangat berharga bagi mereka.

“Kami belajar langsung bagaimana tata kelola BUMDes dilakukan, mulai dari administrasi harian hingga penyusunan laporan keuangan. Kegiatan ini juga melatih kami untuk berkomunikasi dengan pihak luar dan menjelaskan konsep-konsep teknis dalam bahasa yang lebih mudah dipahami,” ujar Vanisa.

Lebih lanjut, Vanisa menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi pelaku ekonomi desa.

“Kami bisa mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di lapangan secara langsung, seperti kurangnya pemahaman mengenai standar laporan keuangan. Dari situ, kami mencoba memberikan alternatif solusi melalui aplikasi Excel berbasis makro yang mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Pelatihan yang dilakukan oleh tim mahasiswa mencakup sesi praktik penggunaan aplikasi, simulasi pencatatan transaksi, hingga review hasil laporan keuangan. Tujuannya tidak hanya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, tetapi juga membentuk budaya administrasi yang rapi dan profesional di lingkungan BUMDes.

Pihak pengelola BUMDes menyambut baik pendampingan ini. Mereka merasa terbantu karena sistem baru ini memudahkan pelaporan keuangan kepada pihak desa maupun lembaga pengawas lainnya, serta menjadi alat bantu strategis dalam pengambilan keputusan usaha.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan keuangannya dengan cara sederhana namun berdampak besar. Melalui sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa, kolaborasi ini membuktikan bahwa kontribusi akademisi dapat menjadi motor penggerak kemajuan desa, khususnya dalam era digitalisasi administrasi. (hnf)