
Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Manajemen Agribisnis Kabupaten Nganjuk, Politeknik Negeri Jember (Polije), menunjukkan peran aktif mereka dalam dunia agribisnis melalui implementasi Project Based Learning (PBL) pada budidaya dan pemasaran jagung manis. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang praktik pertanian pangan, tapi juga sebagai media pembentukan karakter kewirausahaan, manajerial, dan kemandirian mahasiswa.
Dalam proyek ini, mahasiswa memegang tanggung jawab penuh sejak tahap awal hingga pascapanen. Mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, perawatan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil panen, semua dijalankan dengan pendekatan intensif dan berorientasi pada standar pasar.
Salah satu aspek unggulan dari kegiatan ini adalah penerapan pertanian berkelanjutan. Mahasiswa memanfaatkan pupuk kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk menjaga kesehatan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.
“Kami jadi paham bahwa budidaya jagung tetap bisa optimal tanpa harus bergantung pada pupuk kimia,” ujar M. Za’iumul Himam Kurniawansalah, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Anggelika Diah Ayu, mahasiswa lainnya, menekankan pentingnya integrasi antara produksi dan pemasaran.
“Melalui kegiatan PBL, kami tidak hanya belajar teknik budidaya namun juga memahami bagaimana menjual produk ke pasar. Hal ini membuka wawasan kami tentang pentingnya membaca permintaan pasar, menentukan harga, dan menjaga kualitas produk,” jelasnya.
Dosen pembimbing kegiatan, Suwinda Fibriani, S.P., M.Biotek., menuturkan bahwa PBL dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompleks dan dinamis.
“Mahasiswa diberikan ruang untuk merancang kegiatan produksi secara mandiri, mengambil keputusan, berinovasi, dan memecahkan masalah langsung di lapangan. Ini juga menumbuhkan semangat wirausaha,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, Polije menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis, solutif, dan menjadi agen perubahan dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (hnf)