
Kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menciptakan inovasi kuliner ramah lingkungan bernama Lupikong. Tim mahasiswa ini memanfaatkan limbah kulit singkong menjadi penganan lumpia lezat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketua Kelompok Annisa Abdillah Hafida mengomandoi proyek kreatif ini bersama Azriel Meidinda, Noladita Dwi Andinia, Dia Risky Ananda, Dorivan Nabil, Safira Eka Nofianti, Diva Aulia F., serta Safira Nur Hidayah. Mereka mengolah kulit singkong bersama tepung terigu, tapioka, dan beras menjadi kulit lumpia renyah.
“Kami membuat produk ini karena melihat banyak kulit singkong yang biasanya terbuang begitu saja dan belum termanfaatkan dengan baik,” ujar Ketua Kelompok Annisa Abdillah Hafida.
Untuk bagian isian, mereka menggunakan perpaduan daging ayam, wortel, tauge, tahu, serta bumbu dapur alami. Para mahasiswa memasarkan inovasi ini dalam dua versi sekaligus, yaitu pilihan siap makan dan kemasan beku (frozen food).
“Perbedaan Lupikong dengan lumpia lainnya ada pada penggunaan kulit singkong sebagai bahan utama kulit lumpia,” jelas Annisa.
Melalui program Project Based Learning (PBL) ini, para mahasiswa juga memetik banyak pengalaman mengenai dinamika dunia bisnis riil. Jadi, mereka belajar mengelola manajemen produksi, menentukan strategi pemasaran digital, hingga menyusun laporan keuangan kelompok.
“Dari kegiatan PBL, kami mendapat banyak pengalaman baru, dimulai dari belajar bekerja sama dalam tim hingga menyelesaikan masalah,” tambah Annisa.
Sistem pembelajaran lapangan ini terbukti efektif melatih kemandirian dan memicu kepekaan generasi muda terhadap kelestarian lingkungan hidup. Oleh sebab itu, tim pengembang berharap produk inovatif Lupikong mampu berkembang luas dan menjadi contoh nyata pemanfaatan limbah yang bernilai jual.