Mahasiswa Polije Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Aksesori Estetik GanciBloom

Kelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Agroindsutri Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses meluncurkan lini usaha kreatif berbasis lingkungan dengan merek GanciBloom. Oleh karena itu, tim mahasiswa ini memanfaatkan limbah cangkang telur menjadi produk fungsional yang bernilai jual tinggi.

Ketua Tim Dwi Ayu Septi Hariyanti memimpin langsung proyek inovasi ini bersama Moh. Nandito Oktavian, Febri Dwi Sukandari, Ratri Maharani, Ahmad Reza Pahlevi, Eka Andi Kusuma, Wilda Fadiya Safitri, serta Tarisa Idha Febriyanti. Mereka melahirkan dua varian produk unggulan, yaitu gantungan kunci GanciLurrr dan tempat pensil OvaBloom.

“Kami ingin mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Tim Dwi Ayu Septi Hariyanti.

Selanjutnya, kelompok ini meracik GanciLurrr menggunakan kombinasi resin, cangkang telur, gliter, kerang, serta hiasan tali makram. Sementara itu, mereka memproduksi OvaBloom dari campuran cangkang telur hancur, semen putih, air, serta perekat khusus.

Inovasi unik ini menjadi pembeda utama antara produk GanciBloom dengan produk sejenis yang jamak beredar di pasaran saat ini.

“Kompetitor lain hanya memfokuskan kepada estetika produk tanpa memanfaatkan limbah, namun produk kami mengutamakan keduanya sekaligus,” jelas Dwi Ayu.

Melalui program Project Based Learning (PBL) ini, para mahasiswa memetik banyak pelajaran berharga mengenai dinamika dunia bisnis riil. Jadi, mereka tidak hanya mahir memproduksi barang, tetapi juga lihai membaca selera pasar serta menentukan target konsumen.

“Kami mendapat keterampilan berharga untuk mengolah produk, sekaligus mempelajari apa yang masyarakat gemari dan inginkan mengenai pangsa pasar,” tambah Dwi Ayu.

Sistem pembelajaran lapangan ini terbukti efektif memicu jiwa kewirausahaan generasi muda agar lebih adaptif dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, tim pengembang berharap masyarakat dapat mereplikasi inovasi ini sebagai ide bisnis mandiri.