MAHASISWA POLIJE MEMBUAT INOVASI V-SAUSAGE, SOSIS VEGAN SEHAT BERBASIS NABATI

Kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) menciptakan inovasi pangan sehat berupa sosis vegan yang mereka beri nama “V-Sausage”. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif makanan berbasis nabati yang sehat, rendah lemak, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk vegetarian dan vegan.

Syahrul Fikri, salah satu anggota tim pengembang, menjelaskan bahwa V-Sausage dibuat dari bahan utama jamur tiram, tahu, dan tepung kacang hijau, yang dikenal kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan.

“Kami membuat sosis vegan, yaitu sosis berbahan dasar nabati yang sehat dan rendah lemak,” jelasnya.

Dalam proses pengolahan, tim menggunakan campuran bahan alami seperti buah bit sebagai pewarna alami, serta menghindari penggunaan bahan pengawet dan pewarna buatan. “Inovasi kami terletak pada penggunaan jamur, tahu, dan tepung kacang hijau sebagai protein utama, yang kaya gizi dan memiliki manfaat kesehatan. Selain itu, kami juga tidak menggunakan bahan pengawet ataupun pewarna buatan. Pewarna yang kami gunakan dari buah bit. Jadi produk kami lebih aman dan alami,” tambah Syahrul.

Produk ini telah mulai dipasarkan di lingkungan kampus Polije, melalui media sosial, dan juga diperkenalkan kepada publik dalam berbagai event seperti gelar produk Project Based Learning (PBL). Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini, para mahasiswa belajar mengembangkan ide dari konsep hingga pemasaran.

“Dari metode Project Based Learning, kami belajar bagaimana menyelesaikan masalah secara nyata, bekerja sama dalam tim, berpikir kreatif, dan menerapkan langsung ilmu yang kami pelajari di kelas ke dalam pembuatan dan pemasaran produk,” terang Syahrul.

Lebih jauh, Syahrul menyampaikan harapan agar produk ini dapat terus berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan gaya hidup sehat yang lebih berkelanjutan dan tentunya berkontribusi dalam penyediaan pangan alternatif yang bernutrisi,” ujarnya.

V-Sausage menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat berpadu menghasilkan solusi pangan yang relevan dengan tren gaya hidup sehat dan kebutuhan keberlanjutan masa kini. (hnf)