MAHASISWA POLIJE KENALKAN “SERENITY”, LILIN AROMATERAPI PALM WAX UNTUK PASAR DOMESTIK DAN REGIONAL

Mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkenalkan produk inovatif bertajuk Serenity, sebuah lilin aromaterapi berbahan dasar palm wax lokal. Produk ini lahir dari pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PBL), yang mengintegrasikan teori manajemen pemasaran internasional ke dalam praktik nyata di lapangan.

Tim pengembang produk terdiri dari enam mahasiswa: Ahmad Hafidul Ahkam, Veni Amelia, Yesi Fatimatus Zahro, Daffa Aditya Pratama, dan Lailatul Mudlalifa. Mereka memanfaatkan pendekatan PBL untuk mengasah keterampilan riset pasar, pengembangan produk, hingga penyusunan strategi pemasaran yang responsif terhadap dinamika konsumen domestik dan regional.

“Melalui metode Project-Based Learning (PBL), kami mendapatkan pengalaman holistik dalam mengintegrasikan teori manajemen pemasaran internasional ke dalam praktik nyata. Proses ini melatih kami untuk menganalisis pasar global, mulai dari riset konsumen, identifikasi tren aromaterapi di pasar, hingga menyusun strategi pemasaran yang adaptif,” ujar Veni Amelia, selaku perwakilan tim.

Produk Serenity menggunakan bahan utama palm wax lilin nabati yang lebih ramah lingkungan dibandingkan parafin. Selain lebih bersih saat dibakar, palm wax juga memperkuat positioning produk sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan alami. Lilin ini dilengkapi dengan aroma terapi yang disesuaikan dengan preferensi konsumen modern yang mengutamakan ketenangan dan kenyamanan dalam rutinitas sehari-hari.

Dari sisi pemasaran, tim mahasiswa memanfaatkan dua jalur distribusi offline dan online. Penjualan langsung dilakukan melalui kegiatan PBL, sementara pemasaran digital dijalankan melalui platform Instagram dan WhatsApp. Melalui media sosial, mereka mengembangkan konten multilingual untuk menjangkau calon konsumen dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura, sekaligus menguji strategi cross-cultural marketing.

“Kami sadar bahwa untuk bisa bersaing di pasar internasional, tidak cukup hanya dengan kualitas produk. Diperlukan strategi komunikasi yang tepat dan pemahaman terhadap budaya target pasar. Oleh karena itu, kami juga belajar membuat konten promosi dalam bahasa Inggris dan Melayu, serta mencari cara kreatif menjangkau konsumen melalui media sosial,” tambah Veni Amelia.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, tim berencana melakukan riset kecil-kecilan mengenai preferensi konsumen regional melalui polling daring dan pengiriman sampel produk ke relasi luar negeri. Mereka juga bercita-cita mengikuti program inkubasi bisnis mahasiswa, pelatihan ekspor dari Kementerian Perdagangan, hingga pameran kewirausahaan untuk memperluas jangkauan pasar.

Dengan semangat inovasi dan keterbatasan sumber daya sebagai mahasiswa, tim Serenity berharap bisa membuktikan bahwa produk lokal berbahan dasar Indonesia seperti palm wax memiliki daya saing di pasar global, jika didukung oleh strategi pemasaran yang tepat dan kolaborasi yang solid. (hnf)