
Inovasi mahasiswa kembali menjadi sorotan di Politeknik Negeri Jember (Polije), khususnya dari Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agroindustri, Jurusan Manajemen Agribisnis. Dalam ajang Gelar Produk Project Based Learning (PBL) yang digelar oleh Jurusan Manajemen Agribisnis dan Jurusan Bisnis, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam tim Durionnovare sukses menarik perhatian dengan produk-produk inovatif berbasis limbah kulit durian.
Tim Durionnovare memanfaatkan potensi kulit durian, yang selama ini dianggap sebagai limbah tak berguna, menjadi dua produk utama Durio’s Chips dan Durio’s Shoap. Durio’s Chips adalah keripik yang dibuat dari tepung kulit durian dan hadir dalam tiga varian rasa favorit original, barbeque, dan jagung manis. Sementara Durio’s Shoap merupakan sabun alami dalam dua bentuk inovatif, yaitu cair dan kertas, yang dirancang aman untuk semua jenis kulit.
“Kami ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya bernilai jual, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan,” ujar Nadhila Sartika, salah satu anggota tim Durionnovare.
Dhila, sapaan akrabnya, menambahkan banyaknya kandungan dari kulit durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
“Kulit durian mengandung serat, antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan layak untuk dimanfaatkan lebih jauh.”

Inovasi ini bukan sekadar upaya akademik, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengurangan limbah organik. Produk-produk hasil karya mahasiswa ini telah mulai dipasarkan secara terbatas di lingkungan kampus Polije dan wilayah sekitarnya, menunjukkan antusiasme awal yang cukup positif dari konsumen lokal.
Kegiatan Gelar Produk PBL ini turut mendapat apresiasi dari pihak kampus. Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, menyebut bahwa acara ini merupakan sarana yang sangat efektif untuk memacu kreativitas dan inovasi mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat positif dan inspiratif. Selain menampilkan hasil pembelajaran berbasis proyek, beberapa produk juga dipersiapkan untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, penggunaan bahan baku dari limbah serta bahan penunjang ramah lingkungan menunjukkan bahwa mahasiswa Polije memiliki kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan dan pentingnya keberlanjutan dalam berwirausaha. Produk yang dipamerkan tidak hanya inovatif dari sisi ide, namun juga memiliki nilai tambah ekonomi dan sosial.
Ajang ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak inovator muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli terhadap masa depan planet ini. Dengan dukungan penuh dari institusi, produk-produk seperti Durio’s Chips dan Durio’s Shoap memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas ke pasar regional bahkan nasional. (hnf)