
Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal dengan menciptakan tepung bebas gluten dari pisang kepok. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan sehat, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam mendorong kemandirian desa melalui pengolahan hasil pertanian lokal.
Bahan baku yang digunakan adalah pisang kepok mentah, yang banyak ditemukan di kawasan pedesaan. Salah satu anggota tim, Alessia Sandra Dewi, menjelaskan bahwa proses pembuatan tepung dilakukan secara alami, dengan memperhatikan prinsip higienitas dan keberlanjutan.
“Langkah awal adalah memilih pisang kepok yang benar-benar masih mentah agar kandungan nutrisinya tetap optimal. Setelah itu, pisang dicuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran sebelum dikupas dan dipotong tipis,” ujar Alessia.
Irisan pisang kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari langsung selama 2 hingga 3 hari, dengan memastikan sirkulasi udara yang baik dan membalik irisan secara berkala agar kering merata. Setelah kering sempurna, irisan didinginkan pada suhu ruang, lalu digiling hingga menjadi bubuk halus menggunakan blender atau alat penggiling.
Tepung yang dihasilkan memiliki tekstur lembut dan bebas gluten, menjadikannya cocok untuk berbagai olahan makanan sehat, khususnya bagi masyarakat yang memiliki intoleransi terhadap gluten.
“Melalui inovasi tepung bebas gluten dari pisang kepok, kami berharap potensi lokal yang melimpah dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif pangan sehat yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa,” terang Alessia.
Ia juga menambahkan bahwa produk ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa, khususnya petani pisang.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa hasil tani seperti pisang kepok punya nilai lebih jika diolah dengan cara yang tepat. Harapannya, ini bisa mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang pangan lokal,” tambahnya.
Dengan metode produksi yang sederhana, minim biaya, dan bernilai gizi tinggi, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh masyarakat luas. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Polije dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan ekonomi berbasis desa. (hnf)