Mahasiswa Polije Ciptakan IoT Atasi Sumbatan Aeroponik

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil merancang inovasi teknologi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi sumbatan pada instalasi aeroponik. Riset ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi panen sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Penelitian berjudul “Perancangan dan Implementasi Sistem Deteksi Sumbatan Otomatis pada Greenhouse dengan Instalasi Aeroponik Berbasis IoT” dipimpin Dimas Sujono Putro, A.Md, bersama enam mahasiswa Laboratorium Teknik Tata Air. Proyek berlangsung sejak 1 Juli hingga 29 November 2025 dengan dukungan dana Rp10 juta dari PNBP Polije.

“Aeroponik unggul dalam efisiensi air dan percepatan pertumbuhan. Namun penyumbatan pada nozzle sering memicu gagal panen. Dengan sistem deteksi otomatis ini, masalah bisa dicegah sejak dini,” jelas Dimas, Rabu (24/9/2025).

Alat tersebut mengandalkan sensor sumbatan dan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan aplikasi Blynk. Notifikasi “Sumbat Nutrisi Kurang” akan muncul di ponsel atau komputer jika aliran terganggu, dengan rata-rata respons 2,5 detik.

Hasil uji coba menunjukkan akurasi deteksi 70–80 persen dengan stabilitas tekanan 0,2 bar. Pada tanaman selada, panen dapat dipercepat menjadi 28 hari setelah tanam dengan bobot rata-rata 100–200 gram per batang.

“Inovasi ini bukan hanya solusi teknis, tapi juga media belajar mahasiswa. Mereka bisa memahami cara kerja sensor, sistem IoT, dan penerapan teknologi dalam pertanian presisi,” ujar Audina Uffila Dewi, anggota tim peneliti.

Ke depan, tim merencanakan integrasi cloud, perluasan penggunaan di greenhouse industri, hingga pengajuan paten. Targetnya, sistem ini bisa menjadi educational kit sekaligus produk komersial.

Dengan deteksi dini sumbatan, teknologi IoT ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen dan memperkuat praktik pertanian modern yang berkelanjutan.