MAHASISWA POLIJE CIPTAKAN BRIKET AROMATIK RAMAH LINGKUNGAN DARI LIMBAH KAYU MAHONI

Mahasiswa Prodi Promosi Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) yang tergabung dalam kelompok Briket Bioarang Cempaka A2 menciptakan inovasi ramah lingkungan berupa briket aromatik dari limbah kayu Mahoni. Produk tersebut mengusung dua varian aroma alami, yakni kopi yang diberi nama Coffebrique dan serai yang diberi nama Aromea.

Produk ini tidak hanya menghadirkan solusi terhadap permasalahan limbah kayu di Dusun Cempaka, tetapi juga membawa harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu anggota kelompok, Mediana Widia Putri, menjelaskan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah kayu Mahoni yang belum termanfaatkan secara optimal.

“Limbah kayu Mahoni di Dusun Cempaka sangat melimpah dan selama ini belum dimanfaatkan. Maka dari itu, kami berinisiatif mengolahnya menjadi briket aromatik yang tidak hanya bermanfaat, tapi juga bernilai jual,” ujar Mediana.

Briket ini dibuat melalui serangkaian proses, dimulai dari pembakaran kayu Mahoni hingga menjadi arang, lalu dihancurkan menjadi serbuk halus. Serbuk arang kemudian dicampur dengan bubuk kopi atau serai kering, ditambah dengan perekat alami berupa tepung kanji yang dicairkan dalam air panas. Setelah tercampur rata, bahan dicetak dan dikeringkan hingga menjadi briket siap pakai.

“Prosesnya sederhana dan bisa dilakukan oleh masyarakat. Kami ingin agar warga juga bisa memproduksinya secara mandiri, sehingga tidak hanya ramah lingkungan tapi juga memberi nilai ekonomi,” tambah Mediana.

Produk ini telah dipasarkan langsung kepada warga sekitar Dusun Cempaka dan juga melalui media sosial seperti Instagram. Respons masyarakat cukup positif, terutama karena produk ini menawarkan keharuman alami serta manfaat sebagai alternatif bahan bakar yang tidak berasap pekat.

“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan warga bisa melanjutkan produksinya secara berkelanjutan, sehingga limbah bisa dikelola dengan baik, lingkungan tetap bersih, dan ekonomi masyarakat pun ikut terangkat,” tutur Mediana penuh harap.

Dengan menggabungkan inovasi, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa Polije ini berhasil menghadirkan solusi sederhana namun berdampak luas. Inovasi Coffebrique dan Aromea menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya lokal bisa dilakukan dengan cara kreatif dan berkelanjutan. (hnf)