
Sekelompok mahasiswa Jurusan Bisnis Politeknik Negeri Jember (Polije) meluncurkan inovasi bisnis digital cerdas bertajuk Dari Konten Ke Komisi. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk menjalankan bisnis afiliasi TikTok dengan modal yang sangat minim.
Ketua Kelompok sekaligus Perancang Proyek, Ahmad Muhajir, menjelaskan bahwa inovasi ini mengintegrasikan teknologi AI untuk memproduksi video promosi secara otomatis. Selanjutnya, tim menggunakan berbagai aplikasi pintar seperti ChatGPT dan Grok untuk merumuskan naskah iklan serta menyusun strategi pemasaran akun.
“Inovasi yang kami kembangkan terletak pada integrasi AI dalam pembuatan konten video,” ujar Ahmad Muhajir, Rabu (20/5/2026).
Strategi pemanfaatan kecerdasan buatan ini terbukti mampu menghemat pengeluaran biaya operasional karena mahasiswa tidak perlu membeli sampel produk fisik. Jadi, model bisnis ini sangat ideal bagi kalangan mahasiswa yang ingin merintis usaha sampingan tanpa risiko finansial besar.
“Kami percaya bahwa perkembangan teknologi AI dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga membantu dalam pembuatan konten,” kata Muhajir menambahkan keunggulan metodenya.
Ketangkasan tim dalam mengelola akun media sosial ini sukses membuahkan hasil finansial yang sangat fantastis dalam waktu singkat. Berdasarkan data penjualan dari tanggal 19 Maret hingga 18 Mei, total nilai transaksi komoditas (GMV) mereka menembus angka Rp219.688.044.
“Mulai dari tanggal 19 Maret – 18 Mei GMV teratribusi mencapai Rp219.688.044 dengan estimasi komisi Rp17.096.386,” ungkapnya merinci pendapatan tim.
Keberhasilan proyek ini mendorong tim mahasiswa yang beranggotakan Revanza Kevin, Muhammad Ilham, Rizky Yonas, dan Muhammad Rq Ardiansyah untuk berbagi ilmu. Alhasil, melalui momentum Project Based Learning (PBL) ini, mereka menyarankan pihak jurusan untuk memasukkan materi pemasaran afiliasi ke dalam kurikulum.
“Kami berharap kepada Jurusan Bisnis untuk menambahkan materi tentang Affiliate Marketing sebagai bagian dari pembelajaran mahasiswa,” pungkas Muhajir menyampaikan aspirasi kelompoknya.