
Inovasi kembali lahir dari mahasiswa Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Negeri Jember melalui pengembangan mesin pembubuk jamu otomatis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi jamu tradisional bagi pelaku UMKM.
Tim yang diketuai oleh Reyfaldi Ari Mauliddin, bersama anggota Wilda Mas Amanah dan Malva Nitsa Amadea, berhasil merancang mesin ini dalam waktu dua bulan. Alat tersebut dilengkapi dengan timer digital, sensor suhu, dan sistem pengadukan otomatis yang dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna.
Ketua tim, Reyfaldi Ari Mauliddin, menjelaskan bahwa mesin ini dirancang agar proses pembuatan jamu menjadi lebih praktis dan efisien.
“Pengguna cukup mengatur waktu pada timer digital dan menekan tombol start. Mesin akan otomatis mengaduk dan memanaskan bahan jamu sesuai durasi yang diinginkan, serta berhenti otomatis ketika suhu mencapai batas maksimum,” jelasnya.
Proses otomatisasi ini membuat pembuatan jamu bubuk lebih cepat dan konsisten dibandingkan metode tradisional. Sensor suhu yang terpasang juga memungkinkan pengguna memantau suhu panci secara real-time melalui tampilan LCD, memastikan kualitas hasil olahan tetap terjaga.
Dengan tingkat efisiensi yang tinggi, inovasi ini diharapkan dapat membantu UMKM jamu tradisional meningkatkan produktivitas dan menjaga standar mutu produknya.
“Ke depan, kami berharap mesin ini bisa terus dikembangkan dari sisi otomatisasinya agar dapat digunakan dalam skala industri yang lebih luas,” tambah Reyfaldi.