
Rombongan Magister Fakultas Pertanian Universitas Udayana menggelar kunjungan akademik ke Politeknik Negeri Jember (Polije). Agenda widyakarya ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai Inovasi Teknologi Budidaya Tanaman Pertanian.
Dosen Universitas Udayana I Gede Wijana memimpin langsung jalannya studi banding tersebut. Selanjutnya, ia mengapresiasi reputasi besar Polije dalam melahirkan berbagai inovasi terapan pada sektor pangan nasional.
“Kami menyampaikan rasa syukur karena dapat mempertemukan para mahasiswa dengan para pakar Polije,” ujar I Gede Wijana.
Kehadiran para akademisi Jember ini menjadi kebanggaan sekaligus memberikan kehormatan tersendiri bagi rumpun ilmu pertanian Unud.
“Kami merasa terhormat karena mendapat kesempatan belajar mengenai tata kelola inovasi pertanian terintegrasi,” tutur Gede.
Pihak Unud menganggap Polije sebagai kiblat yang sangat tepat dalam mempelajari hilirisasi riset berbasis kebutuhan pasar.
“Kami berharap kunjungan akademik ini memicu semangat mahasiswa magister untuk melahirkan riset pertanian aplikatif,” pungkas Gede.
Merespons hal tersebut, Direktur Polije Saiful Anwar menyambut hangat kehadiran jajaran akademisi Universitas Udayana di Kampus Utama. Alhasil, ia langsung memaparkan perkembangan pesat institusi vokasi tersebut.
“Polije kini mengelola sembilan jurusan, 42 program studi, serta enam kampus di berbagai daerah,” jelas Saiful Anwar.
Lebih lanjut, Saiful menjelaskan bahwa Polije menerapkan konsep kurikulum terapan yang menitikberatkan pada keahlian praktis lapangan.
“Kami menerapkan konsep pendidikan vokasi berupa 80 persen praktik lapangan dan 20 persen teori,” tambah Saiful.
Guna menjamin mutu lulusan, Polije menyediakan fasilitas teaching factory (Tefa) modern yang berkolaborasi aktif dengan industri multinasional.
“Kami mengharapkan kunjungan ini memperkuat kemitraan strategis bidang riset dan inovasi pertanian antara kedua kampus,” harap Saiful.
Setelah diskusi usai, panitia mengajak para mahasiswa berkeliling mengunjungi Tefa Green House serta Tefa Bakery and Coffee. Rombongan dari Bali tersebut mengamati langsung sistem budidaya modern hingga tata kelola bisnis hilirisasi pangan di Polije.