
Belajar fisika kini makin seru dan mudah dipahami! Tim peneliti Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil mengembangkan alat praktikum benda jatuh bebas berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan hasil percobaan dipantau secara real-time.
Inovasi ini menjadikan pembelajaran fisika lebih interaktif, akurat, dan menyenangkan karena mahasiswa dapat melihat langsung hubungan antara teori dan praktik.
Penelitian ini dipimpin oleh Agus Priono, A.Md., bersama tim lintas jurusan yang terdiri dari Audina Uffila Dewi, A.Md., Miftahul Huda, A.Md., Reza Billa Afifuddin, S.Si., Mirma Prameswari N., S.Si., dan Rorintha Pecky N., S.Si.. Menurut Agus Priono, alat ini menjadi solusi pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan era industri 4.0.
“Alat ini kami rancang agar mahasiswa bisa memahami konsep fisika melalui pengalaman nyata, bukan hanya teori di buku. Dengan IoT, data percobaan dapat dipantau langsung dan hasilnya lebih akurat,” jelas Agus.
Alat tersebut bekerja dengan sistem sensor infra merah yang mendeteksi benda saat jatuh melewati titik tertentu. Data waktu dikirim ke Arduino, lalu ditampilkan di layar komputer. Mahasiswa bisa menghitung kecepatan, percepatan, dan membuktikan Hukum Newton maupun Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) secara langsung.
Pengujian awal menunjukkan hasil yang menjanjikan: kecepatan awal sebesar 0,0476 m/s dan percepatan 7,46 m/s², selaras dengan teori GLBB. Grafik hasil percobaan juga menunjukkan pola sesuai hukum Newton, membuktikan keakuratan alat tersebut.
Ke depan, tim peneliti akan mengembangkan versi berbasis aplikasi Android agar pengguna dapat memantau percobaan dari jarak jauh. Selain itu, alat ini akan diajukan untuk paten dan diproduksi secara luas agar dapat digunakan di berbagai laboratorium pendidikan di Indonesia.
“Inovasi ini membuktikan bahwa pembelajaran vokasi bisa dikemas modern dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini,” tambah Agus.
Dengan hadirnya alat ini, Polije semakin memperkuat perannya sebagai kampus vokasi inovatif yang mendukung modernisasi pembelajaran sains di era digital.