Mahasiswa KNU dan Polije Kembangkan Solusi Smart City untuk Bondowoso

Program World Friends Korea-ICT Volunteering Program (WFK-ICT) 2025 kembali memperkuat kolaborasi internasional antara Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, dan Politeknik Negeri Jember (Polije), Indonesia. Tahun ini, mahasiswa dari kedua kampus yang tergabung dalam Team Five menghadirkan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan Bondowoso Smart City.

Tim yang terdiri dari mahasiswa KNU Kwak Taehun, Kim Seungeun, Nam Gyumin, dan Lee Hwayeong, serta mahasiswa Polije Muhammad Zaky, Muhammad Zidan, Azrieal Akbar, dan Cantika Tri Wahyuni  melakukan riset lapangan di Bondowoso untuk mengidentifikasi permasalahan sehari-hari di kota tersebut. Mereka menemukan tantangan besar di sekitar kawasan hotel, mulai dari sulitnya menemukan lahan parkir, ketiadaan sistem peringatan dini banjir, hingga tingginya konsumsi energi akibat penggunaan lampu jalan konvensional.

Berdasarkan temuan itu, Team Five kemudian merancang tiga inovasi: sistem parkir pintar untuk memudahkan pengendara menemukan ruang kosong, sistem peringatan dini banjir dengan sensor ketinggian air yang mampu memberikan peringatan real-time kepada warga dan otoritas, serta lampu jalan pintar yang mampu menyesuaikan intensitas cahaya berdasarkan kondisi sekitar sehingga lebih hemat energi.

Dalam pengembangannya, mahasiswa memanfaatkan perangkat berbasis Arduino yang dipadukan dengan sensor jarak, sensor cahaya, dan sensor ketinggian air. Prototipe yang dihasilkan kemudian diuji langsung di lapangan untuk memastikan fungsinya sekaligus menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat Bondowoso.

“Melalui proyek ini, kami ingin solusi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar Muhammad Zaky.

Lebih dari sekadar pengembangan teknologi, program ini juga mempererat pertukaran budaya dan kerja sama internasional. Mahasiswa dari KNU dan Polije tidak hanya berbagi pengetahuan akademik, tetapi juga saling mengenal nilai budaya masing-masing, memperkuat pemahaman lintas negara, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Proyek Smart City Bondowoso ini membuktikan bahwa kolaborasi mahasiswa lintas negara dapat menghasilkan inovasi yang nyata sekaligus membangun fondasi bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global dengan teknologi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat.