Mahasiswa Kembangkan Alat Pemarut Kelapa Otomatis untuk Efisiensi Produksi

Tiga mahasiswa Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil menciptakan inovasi alat “Coconut Grater with Automatic Weigher”, sebuah mesin pemarut kelapa dengan sistem timbangan otomatis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses produksi kelapa parut.

Inovasi ini dikembangkan selama kurang lebih lima bulan sebagai bagian dari proyek riset terapan mahasiswa Polije. Alat ini bekerja dengan dua sistem utama, yaitu pemarutan dan penimbangan otomatis.

Setelah kelapa dimasukkan, mesin akan memarut kelapa menjadi potongan kecil, lalu menimbang hasilnya secara otomatis melalui timbangan terintegrasi. Pengguna juga dapat mengatur jumlah kelapa yang diinginkan, dan mesin akan berhenti bekerja ketika berat yang diatur telah tercapai.

Ketua tim, Dewi Lailatul Hasanah, menjelaskan bahwa alat ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja di industri pengolahan kelapa.

“Dengan sistem otomatis, pengguna tidak perlu lagi menimbang kelapa secara manual. Ini bisa menghemat waktu, tenaga, dan mengurangi kesalahan dalam pengukuran,” ujar Dewi.

Salah satu anggota tim, M. Naufal Nasrullah, menambahkan bahwa alat ini juga berdampak pada peningkatan produktivitas pelaku usaha kecil.

“Kami ingin teknologi ini bisa diterapkan secara luas, terutama di UMKM pengolahan kelapa agar proses produksi mereka lebih cepat dan efisien,” tuturnya.

Inovasi yang juga melibatkan Cici Syntia dan Maulana Putra Anggada ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk skala industri yang lebih besar. Tim berharap, ke depan teknologi ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan alat sejenis di bidang pangan yang mengutamakan efisiensi dan presisi kerja.