
Sebanyak 12 mahasiswa internasional dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Indonesia, turut memeriahkan Festival Budaya 2025 yang diselenggarakan oleh Changzhou Institute of Mechatronic Technology (CZIMT), Tiongkok. Dalam festival tahunan ini, mereka menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui tarian tradisional, lagu rakyat, dan busana adat yang memikat perhatian pengunjung.
Mahasiswa yang tampil antara lain Atikah Nuri Hazma, Aisyah Salshabilla Siska Putri, Alfionina Dwi Rachmalia, Muhammad Rama Pradipa Wijaya, Iqbal Amin, Ari Ananda Puja Kesuma, M. Reynand Iqbal Mahendra, Arya Advicenna, Haikal Muna’amul Islam, Fitri Amalia Saqila, Moch. Adim Rizky Syah Putra, dan Ridho Aditya.
Mereka membawakan pertunjukan yang energik dan menggugah, mengenakan kostum adat dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Sumatra, dan Jawa. Penampilan ini mendapat sambutan meriah dari mahasiswa dan dosen CZIMT, serta menjadi salah satu highlight dalam acara tersebut.
“Kami sangat bangga bisa memperkenalkan budaya Indonesia di panggung internasional,” ungkap Salsabila, salah satu mahasiswa penampil.
“Melalui pertunjukan ini, kami ingin menyampaikan bahwa belajar di luar negeri juga berarti membawa identitas dan tradisi bangsa ke dunia.”
Festival Budaya CZIMT tahun ini juga menampilkan partisipasi dari berbagai negara seperti Tiongkok, Laos, dan Thailand. Selain pertunjukan seni, acara ini dilengkapi dengan pameran budaya, sajian kuliner tradisional, lokakarya kerajinan tangan, dan permainan khas dari masing-masing negara, yang menciptakan suasana keakraban dan toleransi antarbudaya.
“Pengalaman ini membuka mata kami akan pentingnya memahami budaya lain. Kami tidak hanya mendapat ilmu, tapi juga wawasan global yang tak ternilai,” ujar Iqbal Amin, mahasiswa lainnya.
Festival ini merupakan bagian dari inisiatif internasional CZIMT untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara. Kegiatan semacam ini menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus membangun jaringan persahabatan lintas bangsa.
Partisipasi mahasiswa Polije dalam festival ini menjadi bukti bahwa program pendidikan internasional tidak hanya fokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pembentukan karakter global dan kompetensi lintas budaya. Ketika mereka kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi, para mahasiswa ini membawa serta semangat persatuan dalam keberagaman yang telah mereka rasakan secara langsung. (hnf)