MAHASISWA GIZI POLIJE INOVASIKAN CASSAVA BLISS, CAKE SINGKONG SEHAT RENDAH LEMAK DAN KOLESTEROL

Inovasi pangan sehat berbasis lokal kembali dikembangkan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Kelompok C2 dari Program Studi Gizi Klinik sukses menghadirkan produk camilan sehat bernama Cassava Bliss, yaitu cake singkong rendah lemak trans dan kolesterol yang diklaim aman dan bergizi bagi berbagai kalangan usia.

Dalam keterangannya, Pramudyo Wastu Sadirgo, salah satu anggota menyampaikan bahwa Cassava Bliss hadir tidak hanya sebagai inovasi pangan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap isu kesehatan masyarakat.

“Melalui Cassava Bliss, kami ingin menghadirkan camilan sehat yang tetap enak dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Singkong sebagai bahan lokal ternyata punya potensi luar biasa jika diolah dengan tepat. Ini bukan sekadar kue, tapi bagian dari solusi untuk pola makan yang lebih baik,” ujar Dirgo.

Cake ini dibuat dengan bahan utama singkong parut segar yang kaya serat, rendah lemak, dan minim kolesterol. Proses pembuatan meliputi penimbangan bahan, pengocokan telur dan gula, pencampuran dengan singkong dan margarin cair, pemanggangan pada suhu 150°C selama satu jam, hingga proses pendinginan dan pengemasan.

Keunggulan utama Cassava Bliss adalah nilai gizinya. Dalam setiap sajian, hanya mengandung 10 mg kolesterol dan 0,15 gram lemak trans, menjadikannya cocok untuk anak-anak, pekerja aktif, lansia, hingga vegetarian.

“Kami harap Cassava Bliss dapat dikenal lebih luas dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara sehat dan kreatif. Terlebih lagi, ini bisa menjadi peluang usaha kecil yang menjanjikan,” tambah Dirgo.

Produk ini sudah dipasarkan melalui media sosial seperti WhatsApp dan mendapat sambutan positif dari pasar uji coba. Dengan harga Rp 3.000 per slice dan Rp 25.000 per box isi 10, Cassava Bliss membuktikan bahwa makanan sehat bisa tetap terjangkau dan bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Gizi Klinik Polije tidak hanya mampu memahami teori gizi, tetapi juga mengimplementasikannya dalam bentuk produk konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. (hnf)