Mahasiswa Ciptakan BioPort, Alat Biogas Portabel Berbasis IoT dari Sampah Rumah Tangga

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) berhasil menciptakan BioPort, sebuah alat pembuat biogas portabel yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT).

Inovasi ini menjadi jawaban atas meningkatnya volume sampah dapur yang sering terbuang tanpa pemanfaatan maksimal, sekaligus mendukung gerakan energi terbarukan.

BioPort dikembangkan oleh tim yang terdiri dari Dea Yuniar Findasari sebagai ketua, bersama Sulthon Aulia Nanda, Ivo Xaverian Sinaga, Ananta Renditya Wibowo, dan Justice Faid Akbar Maulana, dengan bimbingan dosen Risse Entikaria Rachmanita, S.Pd., M.Si.

Alat ini tidak hanya mengubah sampah menjadi energi, tetapi juga memberikan kemudahan monitoring melalui aplikasi di smartphone, sehingga proses fermentasi dapat diawasi secara real-time.

Dalam penjelasannya, Dea menekankan pentingnya inovasi sederhana yang berdampak.

“Melalui BioPort, kami ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti tujuan edukatif dari BioPort yang ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menggunakan BioPort, tetapi juga menyadari bahwa sampah memiliki nilai energi. Jika dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber daya,” tambah Dea.

Melalui pengembangan ini, tim berharap BioPort dapat diterapkan di berbagai tingkat mulai dari rumah tangga hingga komunitas serta menjadi langkah nyata generasi muda dalam mendukung kemandirian energi dan gaya hidup berkelanjutan di Indonesia.