
Suasana Halaman GOR Perjuangan 45 Politeknik Negeri Jember (Polije) semakin semarak dengan digelarnya lomba Teknik Pembuatan Bakso Ikan dalam ajang Agricultural Innovation and Technology Competition (AITeC) 7 Tahun 2025.
Kategori ini menjadi salah satu favorit karena menampilkan keahlian peserta dalam mengolah bahan baku ikan menjadi produk pangan yang bernilai tambah. Setiap tim menunjukkan keterampilan mulai dari pengolahan daging ikan, pencampuran bumbu, hingga menghasilkan bakso ikan yang kenyal dan higienis.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menilai lomba ini bukan sekadar adu cepat dan rasa, tetapi juga sarana penting untuk melatih kreativitas mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa terbiasa mengolah produk perikanan dengan standar industri. Bakso ikan menjadi salah satu contoh olahan yang bisa dipasarkan luas dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Saiful, kehadiran lomba semacam ini juga membuka wawasan mahasiswa tentang potensi pengembangan usaha berbasis hasil perikanan.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya bisa membuat, tetapi juga mampu memikirkan strategi pemasaran dan nilai bisnisnya,” tambahnya.
Antusiasme penonton terlihat dari ramainya area kompetisi. Banyak pengunjung yang penasaran melihat langsung proses pembuatan bakso ikan, mulai dari penggilingan hingga pembentukan bulatan bakso yang rapi.
Lomba ini juga memberi kesempatan kepada peserta untuk berinovasi dengan menambahkan variasi rasa dan teknik penyajian. Kreativitas menjadi salah satu penilaian penting selain dari segi kualitas tekstur dan higienitas.
Dengan adanya kategori lomba ini, AITeC 7 2025 tidak hanya menampilkan kompetisi teknis, tetapi juga memperkuat peran Polije sebagai kampus vokasi yang mendorong lahirnya inovasi pangan berbasis potensi lokal.
Ajang ini sekaligus menegaskan komitmen Polije dalam mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pengolahan hasil pertanian, sehingga mahasiswa siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri.