
Kelompok Ternak INOVATIF di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Jember, kini mulai mengubah limbah kotoran domba yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. Dengan jumlah ternak mencapai lebih dari 100 ekor, limbah yang dihasilkan sekitar 50 kilogram per hari.
Melalui program pengabdian masyarakat PNBP 2025, dosen Politeknik Negeri Jember memberikan pendampingan berupa pelatihan pembuatan probiotik berbahan dasar cairan rumen domba serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Ketua tim, Ir. Anang Febri Prasetyo, menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal menuju pemanfaatan limbah yang lebih produktif.
“Kegiatan ini menjadi awal bagi kelompok ternak INOVATIF untuk memanfaatkan limbah ternak secara optimal agar memberikan manfaat ekonomi,” ungkap Anang.
Dalam sesi pelatihan, Nisa Budi Arifiani menjelaskan teknik pembuatan probiotik menggunakan bahan lokal seperti terasi, bekatul jagung, tetes tebu, kentang, dan nanas. Probiotik ini tidak hanya digunakan untuk mengolah kotoran ternak, tetapi juga berpotensi dipasarkan sebagai produk tambahan kelompok.
“Harapannya, peternak mampu membuat probiotik sendiri tanpa harus membeli di pasaran, bahkan bisa menjualnya untuk menambah pendapatan,” jelas Nisa.
Selain pemaparan teori, peserta juga melakukan praktik langsung mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik yang lebih cepat panen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat perputaran ekonomi peternak.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peternak. Mereka antusias mengikuti materi dan aktif bertanya mengenai proses produksi pupuk serta manfaatnya bagi tanaman pertanian.
“Kami jadi tahu cara membuat probiotik dan pupuk sendiri. Sangat membantu supaya limbah tidak terbuang percuma,” kata Sanijo, salah satu peternak peserta.
Sebagai penutup, tim pengabdian menyerahkan perlengkapan pendukung pembuatan probiotik kepada kelompok ternak. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian peternak, menjaga lingkungan tetap bersih, dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui inovasi pengolahan limbah ternak domba.