
Agricultural Innovation and Technology Competition (AITeC) 7 Tahun 2025 menghadirkan sesuatu yang unik lewat lomba Barista Manual Brew V60 yang digelar di Halaman GOR Perjuangan 45 Politeknik Negeri Jember (Polije). Ajang ini menampilkan kreativitas mahasiswa dalam menyeduh kopi dengan teknik manual brew yang semakin digemari penikmat kopi modern.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang tidak hanya menguasai teknik penyeduhan V60, tetapi juga memahami karakter biji kopi yang digunakan. Setiap gerakan presisi, mulai dari takaran air, suhu, hingga waktu penyeduhan, menjadi penentu cita rasa kopi yang dihasilkan.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengapresiasi hadirnya lomba barista dalam ajang pertanian dan teknologi tersebut.
“Manual brew V60 ini menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah dari hasil bumi. Kopi adalah produk unggulan yang butuh kreativitas dalam pengolahannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lomba ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan kewirausahaan.
“Kami ingin mahasiswa belajar bahwa inovasi bisa lahir dari secangkir kopi. Dari hulu ke hilir, semua punya potensi ekonomi yang luar biasa,” tambah Saiful.
Suasana lomba berlangsung penuh aroma kopi segar yang menyeruak di area perlombaan. Para peserta berusaha menampilkan teknik terbaik mereka di hadapan juri yang menilai dari segi rasa, aroma, hingga presentasi.
Bagi sebagian peserta, lomba ini menjadi pengalaman pertama bersaing di bidang barista. Namun semangat dan kreativitas mereka mencerminkan potensi besar generasi muda dalam mengembangkan industri kopi lokal.
Kategori Barista Manual Brew V60 ini juga menunjukkan bahwa AITeC tidak hanya fokus pada inovasi teknologi pertanian, tetapi juga pada industri kreatif yang lahir dari hasil pertanian, khususnya kopi.
Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami bahwa kopi bukan sekadar minuman, melainkan jembatan budaya, ekonomi, dan kreativitas yang bisa mendunia.