
Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di tingkat desa, sekelompok mahasiswa dari perguruan tinggi di Jember yang tergabung dalam tim “BUMDES Sejahtera Madani” telah meluncurkan dan mengimplementasikan sistem informasi akuntansi untuk mendukung pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sektor jasa di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo.
Tim ini terdiri dari delapan mahasiswa: Septianti Putri Abelia, Asyifa Avviza Zhulvi, Tri Widya Yuriandini, Rolika, Tiara, Emilianti Dewi Ponidi, Sonia Ariani Pratiwi, dan Nurilzzatil Ramadhani. Mereka menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggandeng langsung pengurus BUMDes setempat dalam proses digitalisasi pencatatan keuangan.
Salah satu anggota tim, Tri Widya Yuriandini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan dampak bagi mitra desa, tetapi juga memperluas pengalaman praktis mereka sebagai mahasiswa.
“Kami dapat mempraktikkan ilmu yang telah kami dapatkan dari perkuliahan pada objek BUMDes secara langsung, sehingga menambah wawasan dan pengalaman dari praktik terjun ke lapangan,” ujarnya.

Sistem informasi akuntansi yang mereka kembangkan berfokus pada pencatatan transaksi keuangan secara digital, dengan antarmuka sederhana dan mudah diakses oleh pengelola BUMDes yang sebelumnya masih menggunakan metode manual. Menurut Widya, sistem ini memungkinkan pengelola untuk melakukan pencatatan yang lebih tertib, terstruktur, serta mampu menghasilkan laporan keuangan secara cepat dan akurat.
“BUMDes yang kami bantu terkait pendampingan pencatatan keuangan berbasis sistem informasi akuntansi dapat mengimplementasikannya dengan baik. Hasilnya, sistem ini telah meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan BUMDes,” tambah Widya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa dan pengelola BUMDes Sumberlesung. Mereka mengapresiasi adanya pendampingan langsung dari kalangan akademisi muda yang membawa inovasi dan solusi nyata bagi tantangan pengelolaan bisnis di tingkat desa.
Kehadiran sistem informasi akuntansi diharapkan dapat menjadi tonggak awal menuju transformasi digital di sektor ekonomi desa. Selain membantu menjaga integritas data keuangan, sistem ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut seperti integrasi dengan pelaporan pajak, perencanaan anggaran desa, hingga akses pembiayaan yang lebih transparan.
Dengan semangat kolaborasi antara kampus dan desa, proyek ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa tidak hanya sebatas teori di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (hnf)