KELOMPOK REGENZIM KENALKAN INOVASI BIOTEKNOLOGI PANGAN MELALUI TRANSFORMASI GEN ENZIM UNTUK PRODUK FERMENTASI DAN ROTI

Kelompok ReGenzim, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pangan Politeknik Negeri Jember, menghadirkan sebuah inovasi bioteknologi pangan dalam rangkaian kegiatan Project Based Learning (PBL). Mereka merancang dua metode transformasi genetik enzim, yakni Kalatase untuk minuman fermentasi dan Xylanase untuk roti, sebagai upaya memperkenalkan penerapan teknologi canggih dalam pengolahan pangan.

Proyek ini menggunakan pendekatan transformasi gen dalam mikroorganisme E. coli untuk memproduksi enzim secara efisien dan ramah lingkungan. Enzim Kalatase dioptimalkan untuk meningkatkan karakteristik minuman fermentasi dengan mengurangi kadar alkohol dan menghilangkan senyawa ROS (Reactive Oxygen Species), sedangkan enzim Xylanase bertujuan memperbaiki tekstur roti agar lebih lembut dan menarik secara sensoris.

“Melalui metode transformasi gen ini, kami ingin mengenalkan teknologi produksi enzim yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan bisa diterapkan pada industri pangan modern,” ungkap Rizicho Emica Dharma, salah satu anggota kelompok ReGenzim.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan E. coli sebagai host merupakan pilihan strategis karena mikroorganisme ini mudah dikendalikan dan memiliki efisiensi produksi tinggi.

Lebih lanjut, Rizqu menambahkan bahwa pengalaman terlibat dalam project ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga.

“Kami jadi lebih memahami bagaimana inovasi bioteknologi bekerja dalam praktik, bukan hanya teori. Ini membuka wawasan kami terhadap penerapan teknologi di dunia nyata, sekaligus melatih kami dalam berpikir kritis dan berorientasi solusi,” ujarnya.

Selain bertujuan untuk menyelesaikan proyek akademik, kelompok ini juga memiliki visi jangka panjang agar desain metode mereka dapat menjadi pijakan bagi pengembangan produk pangan fungsional yang mendukung keberlanjutan. Mereka berharap inovasi ini bisa mendorong mahasiswa lain untuk mengeksplorasi bioteknologi lebih dalam dan mendukung industri pangan nasional yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan semangat inovatif, ReGenzim berhasil menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi pun mampu menghasilkan gagasan canggih yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan global di bidang pangan. (hnf)