
Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam pengembangan produk pangan lokal melalui kegiatan Project Based Learning (PBL). Tahun ini, sebanyak 33 produk inovatif berhasil dikembangkan oleh mahasiswa dari tiga program studi, yakni Teknologi Industri Pangan (TIP), Teknologi Rekayasa Pangan (TRP), dan Teknologi Pascapanen (TEP).
Salah satu fokus pengembangan yang menonjol adalah inovasi pada pengolahan talas. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., selaku Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, jurusannya telah mengembangkan proses pembuatan tepung talas menggunakan teknik pre-gelatinisasi melalui berbagai metode seperti penggunaan air, mikro, serta alat tradisional seperti alu-alu.
“Tepung talas ini nantinya akan diolah menjadi produk pasca panen yang bernilai tambah. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal melalui pendekatan ilmiah dan aplikatif,” ujar Budi Hariono.
Ia menambahkan bahwa seluruh produk hasil PBL diharapkan tidak berhenti sebagai proyek akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi produk komersial.
“Sesuai dengan arahan Pak Direktur, kami akan mengembangkan unit-unit bisnis baru untuk mendukung pemasaran dan keberlanjutan produk-produk PBL ini, termasuk kemungkinan sinergi dengan unit Teaching Factory seperti Bakery and Coffee,” imbuhnya.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Ia mengungkapkan rasa bangga dan terkejut atas antusiasme dan komitmen mahasiswa lintas prodi dalam menciptakan produk yang inovatif dan berdaya saing.
“Inovasi yang ditampilkan dalam PBL merupakan hasil kolaborasi erat antara dosen, teknisi, dan mahasiswa. Produk-produk yang dihasilkan sangat kompetitif dan layak dipasarkan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful Anwar menilai bahwa kegiatan PBL ini memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam mencetak lulusan yang siap menjadi wirausaha maupun tenaga kerja industri yang kompeten.
“Kami melihat ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pelaku usaha dan profesional industri yang andal,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Polije terus menunjukkan perannya sebagai institusi vokasi yang adaptif dan progresif, mempersiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan di dunia industri dan kewirausahaan. (hnf)