Gebyar Agribisnis 2025 Dorong Munculnya Entrepreneur Agribisnis Tangguh dan Berkelanjutan

Program Studi Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember (Polije) PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) Kampus 3 Kabupaten Nganjuk sukses menyelenggarakan Gebyar Agribisnis 2025 dengan tema “Inspirasi ke Aksi: Menumbuhkan Entrepreneur Agribisnis Tangguh dan Berkelanjutan.”

Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika, perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Nganjuk, serta mitra dunia usaha dan industri (DUDI).

Acara ini menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memperluas wawasan bisnis, dan memperkuat jejaring agribisnis.

Acara menghadirkan berbagai sesi inspiratif, diskusi interaktif, dan pameran produk. Salah satu sesi utama menampilkan Gerry Marseleno Rompas, owner Greenhouse Kebun Kita Nusantara Kediri, yang dikenal sebagai pelaku usaha budidaya melon premium hidroponik sejak 2020.

Dalam materinya, Gerry menekankan bahwa langkah pertama dalam memulai bisnis adalah membangun pola pikir yang benar.

“Bisnis agribisnis tidak selalu harus mulai dari hal besar. Yang terpenting adalah mindset, keberanian mencoba, dan kemampuan membaca peluang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan usaha yang profesional untuk memastikan keberlanjutan bisnis.

Materi dilanjutkan dengan topik “Inovasi dan Digitalisasi dalam Penguatan Bisnis Berkelanjutan.” Gerry menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci daya saing di era sekarang.

“Digitalisasi bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi tentang bagaimana bisnis Anda bisa lebih efisien dan menjangkau pasar lebih luas,” tegasnya.

Ia mencontohkan penggunaan media sosial, e-commerce, dan aplikasi manajemen usaha sebagai strategi penting dalam meningkatkan produktivitas dan pemasaran.

Kegiatan Gebyar Agribisnis 2025 berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta.

Ketua Program Studi Manajemen Agribisnis PSDKU Kampus 3 Nganjuk, Fitri Krismiratsih, S.ST., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen kampus dalam menyiapkan calon entrepreneur muda.

“Kami ingin mahasiswa berani berinovasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di dunia usaha,” ujarnya.

Dengan antusiasme peserta dan materi aplikatif dari narasumber, Gebyar Agribisnis 2025 menjadi momentum penting dalam menumbuhkan generasi agripreneur yang tangguh, kreatif, dan berkelanjutan.

“Gebyar Agribisnis ini tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata antara kampus, pelajar, dan mitra industri,” tutupnya.