Eco-Enzyme Jadi Alternatif Ramah Lingkungan bagi Petani Arjasa

Para petani dari Kelompok Tani Sumber Tani di Desa Arjasa mulai menerapkan eco-enzyme sebagai pengganti pupuk kimia dalam aktivitas pertanian mereka. Inovasi ini muncul sebagai jawaban atas tingginya harga pupuk kimia dan sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi hambatan utama dalam budidaya tanaman.

Cairan eco-enzyme dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik seperti sisa buah dan sayuran.

“Enzim aktif dalam eco-enzyme tidak hanya mempercepat penguraian material organik di dalam tanah, tetapi juga berfungsi sebagai pupuk alami yang tidak merusak lingkungan,” terang Ir. Tri Rini Kusparwanti, M.P., selaku koordinator program pelatihan pembuatan pupuk organik.

Menurut Aprianto, pimpinan Kelompok Tani Sumber Tani, perubahan positif langsung terlihat setelah penggunaan eco-enzyme. 

“Struktur tanah menjadi lebih gembur dan subur, pertumbuhan cabai semakin cepat, dan daun tembakau tampak lebih lebar. Pengeluaran untuk biaya produksi juga mengalami penurunan yang berarti,” ungkapnya.

Kini, para petani aktif mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada Agustus 2025 melibatkan lima tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu.

Metode pelatihan dirancang partisipatif sehingga memudahkan petani dalam memahami dan mempraktikkan pembuatan eco-enzyme. Proses fermentasi memerlukan waktu beberapa minggu sebelum pupuk dapat digunakan pada tanaman.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesuburan tanah, tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengelola limbah. 

“Tujuan kami melampaui sekadar pelatihan pembuatan pupuk. Kami berharap petani mampu mengembangkan sistem produksi dan pemasaran yang berkelanjutan,” papar Ferril Muhammad Nur, S.P., M.Si., anggota tim pelatihan.

Beberapa petani bahkan berencana mengembangkan usaha produksi pupuk organik skala kecil. Keberhasilan program ini menjadi landasan untuk pengembangan yang lebih luas di masa mendatang.

Rencana perluasan produksi eco-enzyme sedang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus peluang pemasaran ke wilayah sekitarnya. Inovasi ini diharapkan dapat diadopsi oleh daerah lain yang mengalami permasalahan serupa dengan ketersediaan pupuk kimia.