Dosen Peternakan Polije Rampungkan Kursus Australia Awards

Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mengukir prestasi akademik melalui dosen Jurusan Peternakan, Ir. Agus Hadi Prayitno, S.Pt., M.Sc., IPM., yang sukses menyelesaikan program bergengsi Australia Awards Short Course on Pasture, Feed and Water Management Practices to Improve Dairy Livestock Productivity.

Program ini berlangsung dalam tiga tahap: Pre-Course di Malang (26–28 Mei 2025), kursus utama di Brisbane, Australia (14–25 Juli 2025), dan Post-Course Workshop di Bandung (30 September – 2 Oktober 2025).

Selama mengikuti pelatihan, Agus Hadi menjalani kuliah intensif, kunjungan lapangan ke fasilitas riset dan peternakan sapi perah berbasis pasture di Brisbane, Gympie, dan Cairns. Ia juga mengikuti sesi mentoring, presentasi proyek inovasi, hingga pengembangan jejaring internasional di bidang peternakan tropis.

Pada sesi akhir di Bandung, ia mempresentasikan proyek berjudul “Enhancing Student Competence through Strengthening Learning Materials on Forage and Dairy Livestock Production”, yang bertujuan memperkaya kurikulum Peternakan Polije dengan materi berbasis praktik terbaik dari Australia.

“Pengalaman melihat langsung strategi peternakan tropis berkelanjutan di Australia akan saya integrasikan dalam kurikulum dan penguatan kompetensi mahasiswa Jurusan Peternakan Polije,” ujar Agus Hadi.

Peserta program mendapatkan akses pembelajaran eksklusif di pusat riset ternak seperti UQ Gatton Dairy Research Facility, serta peternakan komersial dengan sistem pasture-based, Partial Mixed Ration (PMR), hingga Full TMR. Mereka juga mempelajari pemanfaatan software nutrisi Rumen8, efisiensi pakan, manajemen air, serta strategi menghadapi iklim dan pasar susu tropis.

Agus menegaskan bahwa penerapan ilmu ini akan difokuskan pada program Produksi Ternak dan Teknologi Pakan Ternak serta Teaching Factory Sapi Perah Polije, guna meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi industri peternakan modern.

“Ini bukan akhir, tapi awal kontribusi nyata bagi masa depan peternakan sapi perah Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” tutupnya.

Keikutsertaan dosen Polije dalam Australia Awards tidak hanya memperkuat reputasi kampus vokasi ini di tingkat global, tetapi juga membuka peluang kolaborasi inovasi antara Indonesia dan Australia dalam pengembangan sistem peternakan berkelanjutan.