DIRJEN SAINTEK KUNJUNGI POLIJE DORONG KOLABORASI DAERAH DAN PENGUATAN EKOSISTEM SAINS TEKNOLOGI

Politeknik Negeri Jember (Polije) menjadi tuan rumah dalam kunjungan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., pada Jumat (30/5). Kunjungan ini disambut hangat oleh Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., bersama jajaran pimpinan di Gedung Asih Asah Asuh.

Dalam sambutannya, Direktur Polije mengungkapkan bahwa institusinya kini mengelola sembilan jurusan dan empat puluh program studi yang tersebar di enam lokasi kampus, yaitu di Jember, Bondowoso, Nganjuk, Sidoarjo, Ngawi, dan Sabu Raijua.

“Ekspansi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polije dalam memperluas akses pendidikan vokasi, serta menjawab kebutuhan keterampilan kerja di berbagai daerah,” jelas Saiful Anwar.

Beliau juga menyoroti pentingnya arahan strategis dari Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani dalam mendukung penguatan institusi vokasi dan mempererat kemitraan dengan pemerintah daerah, khususnya dalam konteks pengelolaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini sebagai bentuk perhatian pusat terhadap dinamika kampus vokasi,” imbuhnya.

Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kementerian untuk menyerap langsung aspirasi dan kebutuhan politeknik yang menjadi mitra penting dalam program nasional seperti Berdikari.

“Program Berdikari bertujuan menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui kolaborasi antara politeknik dan pemerintah daerah, dengan pembiayaan dari LPDP,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi tidak hanya berperan dalam pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki mandat untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama lembaga ini antara lain mendorong riset terapan yang menjawab masalah nyata, membangun budaya ilmiah yang kuat, serta menanamkan sikap ilmiah dalam kehidupan pendidikan dan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Burhani juga memaparkan beberapa program strategis yang tengah dijalankan, seperti langganan nasional jurnal ilmiah kampus melalui Program Satu, pengiriman beasiswa luar negeri (BIM 4 dan Beasiswa Garuda), pembangunan sekolah unggulan sains dan teknologi, serta revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Kunjungan ini terasa istimewa secara pribadi bagi Prof. Burhani karena ia pernah menempuh pendidikan di Jember, menjadikan kunjungan ke Polije sebagai ajang nostalgia setelah lebih dari dua dekade tidak menginjakkan kaki di kota ini.

 “Saya merasa sangat terharu bisa kembali ke Jember, tempat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya,” ujarnya.

Usai sesi pemaparan dan tanya jawab, rangkaian acara dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke fasilitas unggulan Polije. Rombongan meninjau Teaching Factory (Tefa) Auto Hub, sebuah bengkel modern untuk kendaraan listrik dan konvensional, lalu berlanjut ke Tefa Smart Green House dan Tefa Ice Tube, yang semuanya merepresentasikan pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri. (hnf)