
Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menjadi sorotan nasional setelah mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. M. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke Polije guna melihat pengembangan Teaching Factory (Tefa) sebagai salah satu strategi unggulan dalam pendidikan vokasi berbasis industri.
Kegiatan utama dalam kunjungan tersebut berlangsung di Tefa Green House Polije, yang selama ini dikenal sebagai salah satu unit Tefa yang unggul dalam pengembangan pertanian modern. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fauzan Adziman secara simbolis melakukan panen perdana buah melon yang dibudidayakan oleh mahasiswa Polije. Menariknya, buah melon hasil panen ini tidak untuk konsumsi, tetapi dirancang sebagai sumber benih unggul yang akan dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan sektor industri pertanian.
“Tefa Green House yang ada di Polije ini merupakan percontohan di mana Tefa menjadi tempat untuk pembelajaran mahasiswa. Selain itu, Tefa yang dimiliki Polije berskala industri dan yang terpenting langsung melibatkan industri,” ungkap Dr. Fauzan.
Dirjen Risbang juga menekankan pentingnya model pembelajaran vokasi yang mengintegrasikan unsur riset, pengembangan teknologi, dan kolaborasi industri. Menurutnya, Polije telah menunjukkan progres signifikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan dunia kerja.
Sementara itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil dari sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan mitra industri dalam merancang dan mengelola sistem pertanian modern berbasis teknologi. Budidaya melon dilakukan menggunakan pendekatan pertanian presisi yang mengandalkan sistem irigasi otomatis, pemantauan kelembaban, dan pencatatan pertumbuhan tanaman secara digital.
“Kami menargetkan bahwa ke depan, benih hasil panen ini dapat menjadi bagian dari produk unggulan Polije yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Direktur Saiful Anwar.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat komitmen Kemdiktisaintek dalam mendukung perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga inovator di bidangnya. Melalui konsep Tefa seperti yang dikembangkan Polije, pendidikan vokasi Indonesia terus bergerak menuju transformasi yang lebih modern, mandiri, dan terhubung erat dengan dunia industri. (hnf)